BRI Pertahankan Status Anggota Yearbook Keberlanjutan Global
BRI berhasil mempertahankan posisi sebagai satu-satunya bank Indonesia dalam Sustainability Yearbook S&P Global selama empat tahun berturut-turut, menunjukkan komitmen kuat terhadap praktik ESG yang sesuai standar global.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali meraih pengakuan internasional dengan tetap menjadi satu-satunya institusi perbankan Indonesia yang terpilih dalam The Sustainability Yearbook 2026 karya S&P Global. Prestasi ini diraih setelah empat tahun berturut-turut, menandai konsistensi dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang selaras dengan tren keberlanjutan global. Dari lebih dari 9.200 perusahaan yang dinilai melalui Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025, hanya 848 entitas yang memenuhi kriteria untuk masuk ke dalam daftar tahunan tersebut.
Kinerja BRI dalam evaluasi CSA dibandingkan dengan rekan-rekan sejenis di industri perbankan menunjukkan keunggulan dalam aspek keberlanjutan lingkungan, tata kelola perusahaan, serta dampak sosial. Proses seleksi mempertimbangkan tidak hanya skor CSA, tetapi juga hasil analisis media dan pemangku kepentingan (MSA), yang mencerminkan keterbukaan dan transparansi BRI dalam mengelola isu-isu strategis. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa BRI mampu menjawab tantangan global yang semakin ketat terhadap kualitas pelaporan dan implementasi keberlanjutan.
Untuk memperkuat kualitas pengungkapan, BRI menerapkan standar internasional seperti IFRS S1 dan IFRS S2 dalam penyampaian informasi keberlanjutan terkait risiko dan peluang lingkungan, khususnya iklim. Standar tersebut digunakan sebagai acuan dalam menyusun laporan keberlanjutan, memastikan bahwa informasi yang disampaikan relevan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, dalam program pembiayaan sosial, BRI mengacu pada Social Bond Principles dan Harmonised Framework for Impact Reporting dari ICMA, menjadikan dampak sosial dari kebijakan keuangan dapat diukur secara sistematis.
Dalam penerbitan Social Bond Tahap I dan II pada 2025 dan 2026 masing-masing senilai Rp5 triliun, dana digunakan untuk mendukung Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes. Berdasarkan laporan dampak tahun 2025, penyaluran tersebut berkontribusi menciptakan sekitar 59.000 lapangan kerja baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan aset usaha bagi sekitar 23.000 nasabah. Pendekatan ini menunjukkan integrasi ESG dalam strategi bisnis, bukan hanya sebagai isu pelengkap, tetapi sebagai fondasi pengambilan keputusan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa komitmen terhadap standar global bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari transformasi berkelanjutan. “Kami terus memperbarui praktik ESG agar tetap relevan dengan perkembangan dunia, sambil menjaga prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik,” ujarnya. Tujuan jangka panjang BRI adalah memastikan pertumbuhan perusahaan tidak hanya menguntungkan pemegang saham, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan, mendukung visi ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Naik Ringan, Short Selling Resmi Beroperasi
Indeks Harga Saham Gabungan bergerak positif pada awal perdagangan, didukung peluncuran skema short selling yang resmi diberlakukan hari ini.
4 Oktober 2026

Rupiah Melemah di Awal Oktober, Tekanan Inflasi dan Dolar AS Jadi Pemicu
Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.885 per dolar AS pada awal Oktober, dipengaruhi ekspektasi inflasi domestik dan kekuatan greenback global.
4 Oktober 2026

IHSG Melemah, Saham UNTR dan MORA Unggul
Indeks harga saham gabungan turun 0,83% ke level 6.071,14, didorong pelemahan sektor teknologi dan aksi penjualan asing, sementara emiten seperti UNTR dan MORA menunjukkan kinerja positif.
4 Oktober 2026

United Tractors Realisasi Buyback Rp2 Triliun untuk Stabilkan Pasar
Perseroan siap lakukan pembelian kembali saham senilai maksimal Rp2 triliun untuk menjaga stabilitas pasar dan meningkatkan nilai pemegang saham.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prabowo Bahas Strategi Komunikasi Pemerintah dengan Tim Bakom
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

Rosan Akan Bahas Langsung Isu Data Center di Jawa Barat
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BEI Pantau Empat Saham Akibat Pergerakan Tak Wajar
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Perkuat Fondasi Keuangan dengan Dana Murah dan Kredit Terkendali
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

Garuda Siap Gelar Rights Issue Jumbo untuk Penyehatan Keuangan
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

EMAS Cairkan Rp6,5 Triliun untuk Anak Usaha Dorong Operasional Tambang
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

Sarmuji Janji Benahi Industri Berbasis Tenaga Kerja
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

BSU 2026 Disiapkan, Cairkan Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.27 WITA

