Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BRI Pertahankan Status Anggota Yearbook Keberlanjutan Global

BRI berhasil mempertahankan posisi sebagai satu-satunya bank Indonesia dalam Sustainability Yearbook S&P Global selama empat tahun berturut-turut, menunjukkan komitmen kuat terhadap praktik ESG yang sesuai standar global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
BRI Pertahankan Status Anggota Yearbook Keberlanjutan Global📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali meraih pengakuan internasional dengan tetap menjadi satu-satunya institusi perbankan Indonesia yang terpilih dalam The Sustainability Yearbook 2026 karya S&P Global. Prestasi ini diraih setelah empat tahun berturut-turut, menandai konsistensi dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang selaras dengan tren keberlanjutan global. Dari lebih dari 9.200 perusahaan yang dinilai melalui Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025, hanya 848 entitas yang memenuhi kriteria untuk masuk ke dalam daftar tahunan tersebut.

Kinerja BRI dalam evaluasi CSA dibandingkan dengan rekan-rekan sejenis di industri perbankan menunjukkan keunggulan dalam aspek keberlanjutan lingkungan, tata kelola perusahaan, serta dampak sosial. Proses seleksi mempertimbangkan tidak hanya skor CSA, tetapi juga hasil analisis media dan pemangku kepentingan (MSA), yang mencerminkan keterbukaan dan transparansi BRI dalam mengelola isu-isu strategis. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa BRI mampu menjawab tantangan global yang semakin ketat terhadap kualitas pelaporan dan implementasi keberlanjutan.

Untuk memperkuat kualitas pengungkapan, BRI menerapkan standar internasional seperti IFRS S1 dan IFRS S2 dalam penyampaian informasi keberlanjutan terkait risiko dan peluang lingkungan, khususnya iklim. Standar tersebut digunakan sebagai acuan dalam menyusun laporan keberlanjutan, memastikan bahwa informasi yang disampaikan relevan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, dalam program pembiayaan sosial, BRI mengacu pada Social Bond Principles dan Harmonised Framework for Impact Reporting dari ICMA, menjadikan dampak sosial dari kebijakan keuangan dapat diukur secara sistematis.

Dalam penerbitan Social Bond Tahap I dan II pada 2025 dan 2026 masing-masing senilai Rp5 triliun, dana digunakan untuk mendukung Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes. Berdasarkan laporan dampak tahun 2025, penyaluran tersebut berkontribusi menciptakan sekitar 59.000 lapangan kerja baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan aset usaha bagi sekitar 23.000 nasabah. Pendekatan ini menunjukkan integrasi ESG dalam strategi bisnis, bukan hanya sebagai isu pelengkap, tetapi sebagai fondasi pengambilan keputusan.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa komitmen terhadap standar global bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari transformasi berkelanjutan. “Kami terus memperbarui praktik ESG agar tetap relevan dengan perkembangan dunia, sambil menjaga prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik,” ujarnya. Tujuan jangka panjang BRI adalah memastikan pertumbuhan perusahaan tidak hanya menguntungkan pemegang saham, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan, mendukung visi ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya