Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

11 Terduga Teroris Diamankan di Enam Wilayah

Densus 88 Antiteror menangkap 11 orang terduga pelaku tindak pidana terorisme di enam provinsi, dengan keterkaitan pada jaringan paham Daulah Islamiyah dan aktivitas rekrutmen daring.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
11 Terduga Teroris Diamankan di Enam Wilayah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap 11 orang yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme di enam provinsi secara bersamaan. Penangkapan dilakukan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Riau, dan Maluku Utara, menunjukkan penyebaran aktivitas terorisme yang melibatkan wilayah geografis luas. Para tersangka berinisial HN (43), SM alias NM (52), HA (45), YDKAP (22), Y (36), S (49), A (32), CG (29), MF (37), AF (26), dan MW (42), masing-masing memiliki peran yang berbeda dalam struktur jaringan.

Kegiatan yang dilakukan tersangka meliputi konsolidasi jaringan, pelatihan fisik dan senjata, penyebaran propaganda, serta rekrutmen anggota baru, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Beberapa di antaranya diduga terlibat dalam pemufakatan untuk melaksanakan aksi terorisme. Penyidik juga mengidentifikasi adanya pertemuan virtual yang menghubungkan para pendukung paham Daulah Islamiyah dari berbagai daerah, sebagai bagian dari strategi indoktrinasi dan pemantapan jaringan secara daring.

Hasil penyidikan sementara menunjukkan adanya keterkaitan antar tersangka yang tersebar di wilayah berbeda. Selain itu, penyidik menemukan bukti dugaan pelatihan militeristik, termasuk latihan menembak dan kebugaran fisik, yang mendukung kemampuan operasional terorisme. Proses penyidikan terus berlanjut dengan penggeledahan, penyitaan barang bukti, pemeriksaan saksi, serta pendalaman keterkaitan tersangka dengan jaringan lain.

Penindakan ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam mencegah munculnya aksi terorisme sejak dini. Fokus utama terletak pada pencegahan konsolidasi, penyebaran ideologi radikal, rekrutmen, serta pembinaan kemampuan yang berpotensi berubah menjadi tindakan kekerasan. Densus 88 tetap menjaga kewaspadaan dan intensifikasi operasi untuk memutus rantai jaringan teroris di seluruh wilayah Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya