Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

75 Pekerja Asing Dievakuasi Usai Bentrok dengan Warga Morowali

Sebanyak 75 pekerja asal China dievakuasi ke markas polisi untuk pemeriksaan setelah terjadi bentrok dengan warga di Morowali, menyebabkan tiga warga negara Indonesia dan satu warga negara asing mengalami luka-luka.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
75 Pekerja Asing Dievakuasi Usai Bentrok dengan Warga Morowali📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 75 pekerja asal China yang bekerja di PT Astima Konstruksi (Askon) telah dievakuasi oleh pihak kepolisian ke Markas Komando Polda Sulawesi Tengah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kejadian ini terjadi setelah terjadi bentrok dengan warga setempat di Kabupaten Morowali, yang memicu ketegangan di lokasi kejadian. Kapolres Morowali, AKBP Reza Khomeini, memastikan bahwa proses pemeriksaan sedang berlangsung secara intensif dan sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.

Dalam keterangan resminya, Reza menyebutkan bahwa hingga Sabtu (3/10), terdapat tiga warga negara Indonesia dan satu warga negara asing yang mengalami cedera akibat keributan. Salah satu WNA yang terluka saat ini sedang dirawat di fasilitas kesehatan setempat. Petugas kepolisian kini tengah memeriksa dokumen keimigrasian para pekerja asing tersebut sebagai bagian dari prosedur pemeriksaan administratif.

Personel gabungan masih ditempatkan di lokasi kejadian untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menjamin ketertiban umum. Reza menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk imigrasi, untuk memastikan seluruh prosedur hukum dipenuhi. Proses pemeriksaan saksi juga dilakukan secara menyeluruh guna memahami dinamika kejadian secara utuh.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan tidak terpancing oleh provokasi. Masyarakat diminta mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat berwenang agar situasi tetap kondusif. Upaya menjaga stabilitas sosial menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya