75 Pekerja Asing Dievakuasi Usai Bentrok dengan Warga Morowali
Sebanyak 75 pekerja asal China dievakuasi ke markas polisi untuk pemeriksaan setelah terjadi bentrok dengan warga di Morowali, menyebabkan tiga warga negara Indonesia dan satu warga negara asing mengalami luka-luka.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebanyak 75 pekerja asal China yang bekerja di PT Astima Konstruksi (Askon) telah dievakuasi oleh pihak kepolisian ke Markas Komando Polda Sulawesi Tengah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kejadian ini terjadi setelah terjadi bentrok dengan warga setempat di Kabupaten Morowali, yang memicu ketegangan di lokasi kejadian. Kapolres Morowali, AKBP Reza Khomeini, memastikan bahwa proses pemeriksaan sedang berlangsung secara intensif dan sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.
Dalam keterangan resminya, Reza menyebutkan bahwa hingga Sabtu (3/10), terdapat tiga warga negara Indonesia dan satu warga negara asing yang mengalami cedera akibat keributan. Salah satu WNA yang terluka saat ini sedang dirawat di fasilitas kesehatan setempat. Petugas kepolisian kini tengah memeriksa dokumen keimigrasian para pekerja asing tersebut sebagai bagian dari prosedur pemeriksaan administratif.
Personel gabungan masih ditempatkan di lokasi kejadian untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menjamin ketertiban umum. Reza menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk imigrasi, untuk memastikan seluruh prosedur hukum dipenuhi. Proses pemeriksaan saksi juga dilakukan secara menyeluruh guna memahami dinamika kejadian secara utuh.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan tidak terpancing oleh provokasi. Masyarakat diminta mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat berwenang agar situasi tetap kondusif. Upaya menjaga stabilitas sosial menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Gugatan Ijazah Gibran di MK Harus Ditolak, Kata Ahli Hukum
Ahli hukum tata negara menegaskan gugatan ijazah Wakil Presiden Gibran di MK seharusnya tidak diterima karena substansi telah diputuskan sebelumnya oleh lembaga tersebut.
4 Oktober 2026

Tujuh Perwira Tinggi Naik Pangkat dan Dimutasi di Lingkungan Polri
Tujuh perwira tinggi Polri resmi naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal dan mengisi jabatan strategis baru dalam raport kenaikan pangkat di Mabes Polri.
4 Oktober 2026

PSI Soroti Ketidaksesuaian Logika Gugatan Ijazah Gibran di MK
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI menegaskan gugatan soal ijazah Gibran di MK bermasalah karena memaksakan sistem pendidikan asing ke konteks lokal tanpa mempertimbangkan perbedaan jalur akademik antarnegara.
4 Oktober 2026

Aksi Kekerasan Geng Motor di Makassar, Satu Tewas dan Dua Motor Dibakar
Seorang pemuda tewas dan satu lainnya luka berat akibat penyerangan geng motor di Makassar, sementara dua sepeda motor dibakar dalam insiden terpisah di lokasi berbeda.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prabowo Bahas Strategi Komunikasi Pemerintah dengan Tim Bakom
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

IHSG Naik Ringan, Short Selling Resmi Beroperasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

Rupiah Melemah di Awal Oktober, Tekanan Inflasi dan Dolar AS Jadi Pemicu
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

IHSG Melemah, Saham UNTR dan MORA Unggul
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

Rosan Akan Bahas Langsung Isu Data Center di Jawa Barat
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

United Tractors Realisasi Buyback Rp2 Triliun untuk Stabilkan Pasar
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BEI Pantau Empat Saham Akibat Pergerakan Tak Wajar
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Pertahankan Status Anggota Yearbook Keberlanjutan Global
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

