IHSG Melemah, Saham UNTR dan MORA Unggul
Indeks harga saham gabungan turun 0,83% ke level 6.071,14, didorong pelemahan sektor teknologi dan aksi penjualan asing, sementara emiten seperti UNTR dan MORA menunjukkan kinerja positif.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan Rabu, 30 September 2026, melemah 0,83% ke posisi 6.071,14. Penurunan ini disebabkan oleh tekanan dari aksi jual asing yang mencapai total Rp3,17 triliun di seluruh pasar, termasuk Rp1,56 triliun di pasar reguler. Beberapa saham mengalami koreksi tajam, seperti GOTO yang turun 13,51%, disusul TLKM dengan penurunan 3,38% dan BBCA yang melemah 1,22%. Di sisi lain, UNTR mampu menguat 7,55%, MORA naik 1,99%, serta EMAS melonjak 2,32%.
Sektor teknologi menjadi yang paling terdampak, dengan penurunan 2,76%, sementara sektor industri menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 1,17%. Di pasar global, indeks Dow Jones turun 0,86% ke 50.906, S&P 500 melemah 0,25% ke 7.651, sedangkan Nasdaq menguat 0,24% ke 26.861. Pasar domestik juga memperhatikan kebijakan short selling yang mulai berlaku 1 Oktober 2026, dengan saham ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF masuk dalam daftar perhatian. ETF EIDO terkoreksi 0,85%, sementara MSCI Indonesia turun 1,12%.
PT Mitra Investindo Tbk (MITI) melanjutkan strategi ekspansi dengan menandatangani MoU dengan PT CNEC Engineering Indonesia (CNEC INA), anak usaha perusahaan milik negara China, untuk mengembangkan tiga konsesi tambang pasir silika. Kerja sama mencakup eksplorasi, studi kelayakan, rekayasa teknis, serta keterlibatan mitra teknis dari Tiongkok dan potensi pendanaan. Upaya ini sejalan dengan program hilirisasi pasir silika nasional yang memiliki cadangan hingga 7,80 miliar ton, dengan target pengembangan hingga produk akhir seperti wafer silikon solar-grade yang memiliki nilai tambah hingga 1.300 kali lipat.
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membuka peluang baru untuk mendapatkan kontrak tambang setelah Keputusan Menteri ESDM Nomor 365.K/2026 mengatur pembatasan penggunaan anak usaha dan afiliasi pemegang Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP). Namun, DEWA menegaskan tidak terdampak secara material, karena telah memenuhi persyaratan perizinan dan telah mendapatkan persetujuan Kementerian ESDM melalui RKAB tahunan. Perseroan tetap beroperasi sebagai kontraktor independen Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin Indonesia, yang juga terlibat dalam proyek gasifikasi batu bara Bumi Etam Chemical serta menanggung beban DMO sebesar 22,30 juta ton—setara 30% dari penjualan domestik 2025.
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menetapkan dividen tunai interim tahun buku 2026 sebesar Rp233 per saham, senilai total Rp449,02 miliar, menjadi yang tertinggi sejak 2018. Pembagian dividen didukung kenaikan laba bersih semester I 2026 menjadi Rp1,10 triliun, naik 56,51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan dividend payout ratio 40,86% dan harga saham Rp8.000 per saham, dividen interim setara yield 2,91%. Cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 8 Oktober 2026, dengan pembayaran dilakukan pada 26 Oktober 2026.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Naik Ringan, Short Selling Resmi Beroperasi
Indeks Harga Saham Gabungan bergerak positif pada awal perdagangan, didukung peluncuran skema short selling yang resmi diberlakukan hari ini.
4 Oktober 2026

Rupiah Melemah di Awal Oktober, Tekanan Inflasi dan Dolar AS Jadi Pemicu
Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.885 per dolar AS pada awal Oktober, dipengaruhi ekspektasi inflasi domestik dan kekuatan greenback global.
4 Oktober 2026

United Tractors Realisasi Buyback Rp2 Triliun untuk Stabilkan Pasar
Perseroan siap lakukan pembelian kembali saham senilai maksimal Rp2 triliun untuk menjaga stabilitas pasar dan meningkatkan nilai pemegang saham.
4 Oktober 2026

BEI Pantau Empat Saham Akibat Pergerakan Tak Wajar
Bursa Efek Indonesia memantau empat emiten karena kenaikan harga saham yang tidak wajar dalam periode singkat, termasuk SRSN, RSCH, INDO, dan BSWD, demi menjaga stabilitas pasar dan melindungi investor.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prabowo Bahas Strategi Komunikasi Pemerintah dengan Tim Bakom
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

Rosan Akan Bahas Langsung Isu Data Center di Jawa Barat
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Pertahankan Status Anggota Yearbook Keberlanjutan Global
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Perkuat Fondasi Keuangan dengan Dana Murah dan Kredit Terkendali
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

Garuda Siap Gelar Rights Issue Jumbo untuk Penyehatan Keuangan
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

EMAS Cairkan Rp6,5 Triliun untuk Anak Usaha Dorong Operasional Tambang
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

Sarmuji Janji Benahi Industri Berbasis Tenaga Kerja
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.28 WITA

BSU 2026 Disiapkan, Cairkan Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.27 WITA

