Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah, Saham UNTR dan MORA Unggul

Indeks harga saham gabungan turun 0,83% ke level 6.071,14, didorong pelemahan sektor teknologi dan aksi penjualan asing, sementara emiten seperti UNTR dan MORA menunjukkan kinerja positif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
IHSG Melemah, Saham UNTR dan MORA Unggul📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan Rabu, 30 September 2026, melemah 0,83% ke posisi 6.071,14. Penurunan ini disebabkan oleh tekanan dari aksi jual asing yang mencapai total Rp3,17 triliun di seluruh pasar, termasuk Rp1,56 triliun di pasar reguler. Beberapa saham mengalami koreksi tajam, seperti GOTO yang turun 13,51%, disusul TLKM dengan penurunan 3,38% dan BBCA yang melemah 1,22%. Di sisi lain, UNTR mampu menguat 7,55%, MORA naik 1,99%, serta EMAS melonjak 2,32%.

Sektor teknologi menjadi yang paling terdampak, dengan penurunan 2,76%, sementara sektor industri menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 1,17%. Di pasar global, indeks Dow Jones turun 0,86% ke 50.906, S&P 500 melemah 0,25% ke 7.651, sedangkan Nasdaq menguat 0,24% ke 26.861. Pasar domestik juga memperhatikan kebijakan short selling yang mulai berlaku 1 Oktober 2026, dengan saham ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF masuk dalam daftar perhatian. ETF EIDO terkoreksi 0,85%, sementara MSCI Indonesia turun 1,12%.

PT Mitra Investindo Tbk (MITI) melanjutkan strategi ekspansi dengan menandatangani MoU dengan PT CNEC Engineering Indonesia (CNEC INA), anak usaha perusahaan milik negara China, untuk mengembangkan tiga konsesi tambang pasir silika. Kerja sama mencakup eksplorasi, studi kelayakan, rekayasa teknis, serta keterlibatan mitra teknis dari Tiongkok dan potensi pendanaan. Upaya ini sejalan dengan program hilirisasi pasir silika nasional yang memiliki cadangan hingga 7,80 miliar ton, dengan target pengembangan hingga produk akhir seperti wafer silikon solar-grade yang memiliki nilai tambah hingga 1.300 kali lipat.

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membuka peluang baru untuk mendapatkan kontrak tambang setelah Keputusan Menteri ESDM Nomor 365.K/2026 mengatur pembatasan penggunaan anak usaha dan afiliasi pemegang Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP). Namun, DEWA menegaskan tidak terdampak secara material, karena telah memenuhi persyaratan perizinan dan telah mendapatkan persetujuan Kementerian ESDM melalui RKAB tahunan. Perseroan tetap beroperasi sebagai kontraktor independen Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin Indonesia, yang juga terlibat dalam proyek gasifikasi batu bara Bumi Etam Chemical serta menanggung beban DMO sebesar 22,30 juta ton—setara 30% dari penjualan domestik 2025.

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menetapkan dividen tunai interim tahun buku 2026 sebesar Rp233 per saham, senilai total Rp449,02 miliar, menjadi yang tertinggi sejak 2018. Pembagian dividen didukung kenaikan laba bersih semester I 2026 menjadi Rp1,10 triliun, naik 56,51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan dividend payout ratio 40,86% dan harga saham Rp8.000 per saham, dividen interim setara yield 2,91%. Cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 8 Oktober 2026, dengan pembayaran dilakukan pada 26 Oktober 2026.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya