AS Usir Dua Delegasi Iran Usai Sidang PBB
Amerika Serikat mengusir dua anggota delegasi Iran dari wilayahnya setelah mereka tetap berada di New York setelah berakhirnya Sidang Majelis Umum PBB.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengusir dua perwakilan Iran dari wilayahnya menyusul keberadaan mereka di New York setelah selesai pelaksanaan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada akhir September. Keputusan tersebut diambil setelah Washington mengetahui bahwa kedua pejabat tersebut tidak mematuhi perintah untuk meninggalkan negara setelah acara berakhir. Kementerian Luar Negeri AS menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari kebijakan keras terhadap Iran yang tengah berada dalam posisi konfrontasi dengan Washington.
Menurut sumber pejabat AS yang berbicara kepada AFP, kedua delegasi Iran itu tetap berada di kota New York jauh setelah sidang berakhir, dan baru diberi peringatan untuk segera meninggalkan wilayah AS. Salah satu dari mereka kabarnya berangkat pada Jumat malam, sementara yang lainnya meninggalkan negeri itu pada Sabtu pagi. Keputusan mengusir ini ditegaskan sebagai bagian dari komitmen Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk memperketat tekanan terhadap Iran, terutama dalam konteks ketegangan yang terus berlanjut sejak perundingan damai terhenti.
Selama berada di New York, delegasi Iran, termasuk Presiden Massoud Pezeshkian, menghadapi pembatasan ketat. Mereka dilarang melakukan aktivitas belanja dan kegiatan rekreasi. Pergerakan mereka juga dipantau secara ketat oleh otoritas AS. Sebelumnya, pemerintahan Trump juga telah melarang seluruh maskapai Iran beroperasi di wilayah global sebagai bagian dari strategi isolasi ekonomi dan politik terhadap Teheran.
Pertemuan antara pejabat AS dan Iran sempat digelar di sela-sela sidang PBB untuk membahas kemungkinan melanjutkan perundingan damai. Namun, Presiden Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, meski menyatakan bahwa negosiasi masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Sementara itu, pihak Iran melalui media pemerintah IRNA mengonfirmasi bahwa belum ada jadwal perundingan langsung lebih lanjut dengan Amerika Serikat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Bahas Strategi Komunikasi Pemerintah dengan Tim Bakom
Presiden Prabowo memimpin pertemuan dengan kepala dan wakil Bakom di Hambalang untuk memperkuat komunikasi publik melalui bahasa sederhana dan dialog terbuka.
4 Oktober 2026

Sarmuji Janji Benahi Industri Berbasis Tenaga Kerja
Menteri Perindustrian baru, Muhammad Sarmuji, berkomitmen memetakan dan memperbaiki sektor industri yang menyerap tenaga kerja dan menjadi pendorong ekonomi nasional.
4 Oktober 2026

BSU 2026 Disiapkan, Cairkan Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja
Pemerintah menyiapkan bantuan subsidi upah sebesar Rp900 ribu untuk 13,3 juta pekerja pada kuartal IV 2026, disalurkan sekaligus dalam tiga bulan.
4 Oktober 2026

Film Spesial G30S/PKI Tayang di Bioskop Trans TV
Bioskop Trans TV menghadirkan film dokumenter sejarah G30S/PKI pada 30 September 2026 sebagai bagian dari rangkaian tayangan pekanan.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

IHSG Naik Ringan, Short Selling Resmi Beroperasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

Rupiah Melemah di Awal Oktober, Tekanan Inflasi dan Dolar AS Jadi Pemicu
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

IHSG Melemah, Saham UNTR dan MORA Unggul
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

Rosan Akan Bahas Langsung Isu Data Center di Jawa Barat
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

United Tractors Realisasi Buyback Rp2 Triliun untuk Stabilkan Pasar
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BEI Pantau Empat Saham Akibat Pergerakan Tak Wajar
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Pertahankan Status Anggota Yearbook Keberlanjutan Global
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Perkuat Fondasi Keuangan dengan Dana Murah dan Kredit Terkendali
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

