Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS Usir Dua Delegasi Iran Usai Sidang PBB

Amerika Serikat mengusir dua anggota delegasi Iran dari wilayahnya setelah mereka tetap berada di New York setelah berakhirnya Sidang Majelis Umum PBB.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
AS Usir Dua Delegasi Iran Usai Sidang PBB📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengusir dua perwakilan Iran dari wilayahnya menyusul keberadaan mereka di New York setelah selesai pelaksanaan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada akhir September. Keputusan tersebut diambil setelah Washington mengetahui bahwa kedua pejabat tersebut tidak mematuhi perintah untuk meninggalkan negara setelah acara berakhir. Kementerian Luar Negeri AS menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari kebijakan keras terhadap Iran yang tengah berada dalam posisi konfrontasi dengan Washington.

Menurut sumber pejabat AS yang berbicara kepada AFP, kedua delegasi Iran itu tetap berada di kota New York jauh setelah sidang berakhir, dan baru diberi peringatan untuk segera meninggalkan wilayah AS. Salah satu dari mereka kabarnya berangkat pada Jumat malam, sementara yang lainnya meninggalkan negeri itu pada Sabtu pagi. Keputusan mengusir ini ditegaskan sebagai bagian dari komitmen Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk memperketat tekanan terhadap Iran, terutama dalam konteks ketegangan yang terus berlanjut sejak perundingan damai terhenti.

Selama berada di New York, delegasi Iran, termasuk Presiden Massoud Pezeshkian, menghadapi pembatasan ketat. Mereka dilarang melakukan aktivitas belanja dan kegiatan rekreasi. Pergerakan mereka juga dipantau secara ketat oleh otoritas AS. Sebelumnya, pemerintahan Trump juga telah melarang seluruh maskapai Iran beroperasi di wilayah global sebagai bagian dari strategi isolasi ekonomi dan politik terhadap Teheran.

Pertemuan antara pejabat AS dan Iran sempat digelar di sela-sela sidang PBB untuk membahas kemungkinan melanjutkan perundingan damai. Namun, Presiden Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, meski menyatakan bahwa negosiasi masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Sementara itu, pihak Iran melalui media pemerintah IRNA mengonfirmasi bahwa belum ada jadwal perundingan langsung lebih lanjut dengan Amerika Serikat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya