500 Sekolah di Prancis Ditutup Akibat Gelombang Protes Pelajar
Lebih dari 500 sekolah menengah atas di Prancis dipaksa tutup sebagian atau total akibat aksi protes pelajar yang meluas dan disertai kerusuhan, menyusul meningkatnya kekerasan dan kekhawatiran atas keselamatan tenaga pendidikan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Prancis memperkirakan sekitar 500 sekolah menengah atas—dikenal sebagai lycees—akan menghentikan aktivitas belajar mengajar secara penuh atau sebagian pada Senin (5/10), menyusul eskalasi protes yang berlangsung sejak akhir pekan lalu. Menteri Pendidikan Edouard Geffray menyatakan bahwa kondisi keamanan di sejumlah lokasi belum memungkinkan untuk kembali menggelar proses pembelajaran secara normal, terutama setelah sejumlah sekolah mengalami kerusakan dan pembakaran.
Aksi protes yang bermula dari sebuah sekolah di Paris pada 17 September kini telah menyebar ke tingkat nasional, melibatkan ribuan pelajar yang menuntut perbaikan sistem pendidikan. Tuntutan utama meliputi penurunan jam belajar, peningkatan kehadiran guru, serta perbaikan fasilitas sekolah yang dinilai sudah tidak layak. Namun, gerakan ini semakin terdistorsi oleh tindakan kekerasan yang melibatkan kelompok ekstremis, menurut pernyataan resmi dari pejabat pemerintah.
Hingga saat ini, 24 sekolah telah mengalami kerusakan parah, termasuk pembakaran, sementara 78 tenaga pendidikan melaporkan cedera akibat serangan fisik. Geffray menekankan bahwa para guru menjadi sasaran karena dianggap bagian dari sistem pendidikan nasional yang sedang diterpa kritik. Ia juga menyebut adanya intervensi aktivis dari sayap kiri ekstrem yang diduga memanfaatkan gerakan pelajar untuk melancarkan tindakan kekerasan ekstrem.
Demonstrasi yang berlangsung hingga akhir pekan lalu juga menimbulkan reaksi keras dari publik dan kalangan profesional pendidikan. Di kota La Ciotat, seorang remaja berusia 16 tahun ditahan atas dugaan menyerang seorang guru berusia 59 tahun dengan bensin dan pukulan. Video yang tersebar menunjukkan aksi brutal tersebut, di mana korban terlihat memegangi wajahnya sementara pohon di sekitar lokasi terbakar. Sejauh ini, lebih dari 5.000 orang telah ditangkap, dengan 85 persen di antaranya berusia di bawah 18 tahun.
Pihak penyelenggara aksi menegaskan bahwa protes akan terus berlanjut pada Selasa (5/10), menuntut respons konkret dari pemerintah. Sementara itu, pemerintah tetap berkomitmen untuk mendorong pemulihan aktivitas sekolah secara bertahap, namun menekankan bahwa keselamatan siswa dan staf menjadi prioritas utama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prabowo Bahas Strategi Komunikasi Pemerintah dengan Tim Bakom
Presiden Prabowo memimpin pertemuan dengan kepala dan wakil Bakom di Hambalang untuk memperkuat komunikasi publik melalui bahasa sederhana dan dialog terbuka.
4 Oktober 2026

Sarmuji Janji Benahi Industri Berbasis Tenaga Kerja
Menteri Perindustrian baru, Muhammad Sarmuji, berkomitmen memetakan dan memperbaiki sektor industri yang menyerap tenaga kerja dan menjadi pendorong ekonomi nasional.
4 Oktober 2026

BSU 2026 Disiapkan, Cairkan Rp900 Ribu untuk 13,3 Juta Pekerja
Pemerintah menyiapkan bantuan subsidi upah sebesar Rp900 ribu untuk 13,3 juta pekerja pada kuartal IV 2026, disalurkan sekaligus dalam tiga bulan.
4 Oktober 2026

Film Spesial G30S/PKI Tayang di Bioskop Trans TV
Bioskop Trans TV menghadirkan film dokumenter sejarah G30S/PKI pada 30 September 2026 sebagai bagian dari rangkaian tayangan pekanan.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

IHSG Naik Ringan, Short Selling Resmi Beroperasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

Rupiah Melemah di Awal Oktober, Tekanan Inflasi dan Dolar AS Jadi Pemicu
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

IHSG Melemah, Saham UNTR dan MORA Unggul
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

Rosan Akan Bahas Langsung Isu Data Center di Jawa Barat
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

United Tractors Realisasi Buyback Rp2 Triliun untuk Stabilkan Pasar
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BEI Pantau Empat Saham Akibat Pergerakan Tak Wajar
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Pertahankan Status Anggota Yearbook Keberlanjutan Global
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Perkuat Fondasi Keuangan dengan Dana Murah dan Kredit Terkendali
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

