Waduk Jatigede Surut, Daratan Kering Muncul di Dasar Bendungan
Luas area terbuka di Waduk Jatigede mencapai 260,01 hektare pada September 2026 akibat kekeringan musim kemarau, mengungkapkan reruntuhan dan pohon kering yang sebelumnya terendam.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Permukaan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang mengalami penurunan signifikan sejak awal musim kemarau, mengakibatkan munculnya daratan kering di dasar bendungan yang sebelumnya tertutup air. Wilayah yang sebelumnya genangan kini terbuka luas, menampilkan ranting-ranting pohon kering dan sisa-sisa struktur bangunan yang terendam bertahun-tahun. Fenomena ini terpantau secara intensif oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) melalui pemantauan satelit dan data lapangan.
Pada bulan Juni 2026, luas area yang berubah dari genangan menjadi daratan terbuka hanya sekitar 138,3 hektare. Angka ini terus meningkat secara bertahap, mencapai 252,3 hektare pada Agustus, dan menembus angka 260,01 hektare pada September. Penurunan air yang drastis ini mencerminkan dampak ekstrem dari kekeringan yang melanda wilayah Jawa Barat, terutama di kawasan hulu bendungan.
Di tengah kondisi tersebut, warga mulai kembali melintasi area yang sebelumnya tergenang, bahkan anak-anak terlihat bermain di tanah kering yang kini terbuka di sekitar bekas waduk. Beberapa reruntuhan bangunan rumah yang dulunya tenggelam kini terpapar secara utuh, menandakan perubahan ekosistem dan penggunaan lahan yang mendasar.
Perubahan tutupan genangan ini menjadi peringatan atas ketidakstabilan ketersediaan air di masa depan, terutama jika kondisi iklim kering berlanjut tanpa intervensi manajemen air yang efektif. Diperlukan pemantauan berkelanjutan dan strategi mitigasi untuk menjaga fungsi waduk sebagai penampung air dan penyangga ekosistem lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BRI Gelar Lelang Serentak di 74 Wilayah, Targetkan 5.000 Frekuensi
Program lelang properti serentak BRI 2026 menyediakan akses luas bagi masyarakat untuk memperoleh aset tanah, rumah, ruko, dan apartemen dengan harga kompetitif.
4 Oktober 2026

76 Proyek KPBU Siap Dikembangkan, Nilai Total Rp1,13 Triliun
Pemerintah membuka 76 proyek strategis melalui skema KPBU senilai Rp1,13 triliun untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan layanan publik di berbagai sektor.
4 Oktober 2026

Gebyar Lelang Serentak BRI 2026 Hadirkan Akses Properti Terjangkau
Program lelang serentak BRI 2026 siap hadirkan kesempatan memperoleh properti dengan harga kompetitif di seluruh Indonesia.
3 Oktober 2026

PATS Baru di Samosir Dorong Pertanian Berkelanjutan dan Ekonomi Lokal
Pembangunan Pompa Air Tenaga Surya di Desa Pakpahan ditargetkan tingkatkan pendapatan petani lebih dari Rp2 miliar per tahun sekaligus kurangi emisi karbon secara signifikan.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Wabup Nagekeo Meninggal Usai Pantau Perbaikan Jalan Rusak
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.30 WITA

Ben Affleck Soroti Etika Penggunaan AI dalam Sinema
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

EJIF 2026 Torehkan Rp2,4 Triliun dari 12 Komitmen Investasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pengawasan WNA di Tangerang Diperketat Pasca Temuan Pelanggaran Izin
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Kota Berbasis AI dan Nilai Lokal Hadir di Bali
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Warga Badui Ajak Pemerintah Jaga Hutan untuk HUT Banten ke-26
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Teh Jahe Hangat Bantu Legakan Perut Kembung Malam Hari
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

Manager Fox Ajukan Permohonan Putar Film di Istana
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

