Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Waduk Jatigede Surut, Daratan Kering Muncul di Dasar Bendungan

Luas area terbuka di Waduk Jatigede mencapai 260,01 hektare pada September 2026 akibat kekeringan musim kemarau, mengungkapkan reruntuhan dan pohon kering yang sebelumnya terendam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Waduk Jatigede Surut, Daratan Kering Muncul di Dasar Bendungan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Permukaan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang mengalami penurunan signifikan sejak awal musim kemarau, mengakibatkan munculnya daratan kering di dasar bendungan yang sebelumnya tertutup air. Wilayah yang sebelumnya genangan kini terbuka luas, menampilkan ranting-ranting pohon kering dan sisa-sisa struktur bangunan yang terendam bertahun-tahun. Fenomena ini terpantau secara intensif oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) melalui pemantauan satelit dan data lapangan.

Pada bulan Juni 2026, luas area yang berubah dari genangan menjadi daratan terbuka hanya sekitar 138,3 hektare. Angka ini terus meningkat secara bertahap, mencapai 252,3 hektare pada Agustus, dan menembus angka 260,01 hektare pada September. Penurunan air yang drastis ini mencerminkan dampak ekstrem dari kekeringan yang melanda wilayah Jawa Barat, terutama di kawasan hulu bendungan.

Di tengah kondisi tersebut, warga mulai kembali melintasi area yang sebelumnya tergenang, bahkan anak-anak terlihat bermain di tanah kering yang kini terbuka di sekitar bekas waduk. Beberapa reruntuhan bangunan rumah yang dulunya tenggelam kini terpapar secara utuh, menandakan perubahan ekosistem dan penggunaan lahan yang mendasar.

Perubahan tutupan genangan ini menjadi peringatan atas ketidakstabilan ketersediaan air di masa depan, terutama jika kondisi iklim kering berlanjut tanpa intervensi manajemen air yang efektif. Diperlukan pemantauan berkelanjutan dan strategi mitigasi untuk menjaga fungsi waduk sebagai penampung air dan penyangga ekosistem lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya