Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Warga Badui Ajak Pemerintah Jaga Hutan untuk HUT Banten ke-26

Masyarakat Badui meminta komitmen pemerintah provinsi agar terus melindungi hutan lindung sebagai bentuk perayaan HUT Banten ke-26.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Warga Badui Ajak Pemerintah Jaga Hutan untuk HUT Banten ke-26📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Ketua Adat dan Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, mengajak pemerintah provinsi Banten untuk memperkuat perlindungan hutan dalam menyambut ulang tahun ke-26 daerah tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam pengelolaan kawasan hutan agar tidak terjadi kerusakan ekologis yang berpotensi menimbulkan bencana alam. Menurutnya, hutan dan gunung bukan hanya sumber daya alam, tetapi juga bagian dari kehidupan spiritual dan ekologis yang harus dijaga secara turun-temurun.

Kawasan hutan lindung di wilayah Badui yang mencapai 3.100 hektare kini masih dalam kondisi hijau dan terjaga, berkat pengawasan ketat dari masyarakat adat setempat. Sebagai hulu dari wilayah Lebak dan Serang, kawasan ini menjadi penyangga alami bagi aliran sungai yang mengalir ke hilir. Dengan kondisi ini, masyarakat Badui menilai bahwa kelestarian hutan secara langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat di sekitar hulu maupun hilir.

Jaro Oom menyebutkan bahwa penebangan ilegal, pertambangan emas tanpa izin, dan aktivitas penambangan batu bara serta pasir tetap menjadi ancaman serius. Ia menyambut baik upaya Polda Banten yang telah menangkap pelaku perusak lingkungan, namun menekankan perlunya tindakan tegas dan berkelanjutan agar tidak ada pelanggaran yang terulang. Menurutnya, perlindungan hutan adalah bentuk tanggung jawab kolektif terhadap generasi mendatang.

Ia menegaskan bahwa keberlangsungan kehidupan manusia dan ekosistem lainnya sangat tergantung pada kelestarian alam. Dengan hutan yang hijau dan terjaga, masyarakat Badui meyakini akan tercipta keseimbangan alam yang mampu mencegah bencana seperti banjir bandang, longsor, dan kekeringan. Ajakan ini disampaikan sebagai bentuk perayaan HUT Banten yang tidak hanya ditandai dengan acara formal, tetapi juga komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya