Stabilisasi Beras Diperkuat untuk Jaga Keseimbangan Harga Petani dan Konsumen
Pemerintah perlu menjaga keseimbangan harga beras antara petani dan konsumen melalui kebijakan stabilisasi berkelanjutan dan peningkatan pasokan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah diminta memperkuat kebijakan stabilisasi pangan jangka menengah dan panjang agar harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat sekaligus memberi insentif layak bagi petani. Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen sebagai fondasi utama keberlanjutan produksi pangan. Ia menilai langkah intervensi yang dilakukan Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menunjukkan dampak positif, terutama melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diperluas hingga 1 juta ton.
Peningkatan alokasi ini merupakan respons atas kebutuhan pasar yang terus bergerak, terutama menyusul penyelesaian penugasan SPHP sebelumnya sebesar 828 ribu ton yang telah tersalurkan secara penuh pada 23 September 2026. Keputusan menambah pasokan sebesar 1 juta ton berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-176/M/S/KI.00/09/2026, tanggal 28 September 2026, menunjukkan komitmen strategis terhadap stabilitas pangan nasional. Sejak awal Oktober, Perum Bulog telah menerima penugasan tambahan sebanyak 74,18 ribu ton, setara dengan 14,83 juta kemasan beras 5 kg.
Pemantauan langsung terhadap kondisi pasokan dan harga di Pasar Induk Beras Cipinang, sebagai salah satu indikator utama perberasan di Jakarta dan sekitarnya, menunjukkan situasi pasar tetap aman. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan, menegaskan bahwa fokus pemerintah bukan hanya pada jumlah stok, tetapi juga pada distribusi yang merata, tepat waktu, dan sesuai mutu serta harga yang terjangkau. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor antara kementerian, lembaga, Perum Bulog, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan Satgas Pangan.
Berbagai instrumen seperti pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah, Gerakan Pangan Murah, bantuan pangan, serta pemantauan harga berkala terus dioptimalkan sesuai dinamika lapangan. Tujuan utamanya adalah menjaga dua kepentingan secara seimbang: petani harus mendapatkan harga yang wajar agar tetap termotivasi berproduksi, sementara masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan harian tanpa tekanan ekonomi.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus menjaga ketersediaan beras, memperkuat jaring distribusi, serta memantau harga secara intensif. Dengan pendekatan holistik dari hulu hingga hilir, stabilitas pangan nasional diharapkan tetap terjaga, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kelangkaan atau kenaikan harga beras yang tidak terkendali.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Warga Badui Ajak Pemerintah Jaga Hutan untuk HUT Banten ke-26
Masyarakat Badui meminta komitmen pemerintah provinsi agar terus melindungi hutan lindung sebagai bentuk perayaan HUT Banten ke-26.
4 Oktober 2026

Libur Panjang 2027 Bisa Lebih dari Sepekan dengan Strategi Cuti Tepat
Dengan memanfaatkan jatah cuti satu hari dan menyambungkan hari libur nasional serta akhir pekan, libur panjang hingga 11 hari bisa diraih di tahun 2027.
4 Oktober 2026

G7 Gelontorkan 100 Juta Barel Cadangan Solar untuk Stabilkan Harga
Pemimpin G7 sepakat melepas 100 juta barel cadangan minyak, termasuk solar, untuk meredam kenaikan harga energi global.
4 Oktober 2026

Prabowo Lantik Saleh Mustafa Jadi Wamentan, Isi Posisi Kosong Sejak Sudaryono Pindah
Presiden Prabowo Subianto melantik Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian, mengisi jabatan kosong pasca-penunjukan mantan wamentan ke Badan Gizi Nasional.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Wabup Nagekeo Meninggal Usai Pantau Perbaikan Jalan Rusak
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.30 WITA

Ben Affleck Soroti Etika Penggunaan AI dalam Sinema
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

EJIF 2026 Torehkan Rp2,4 Triliun dari 12 Komitmen Investasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pengawasan WNA di Tangerang Diperketat Pasca Temuan Pelanggaran Izin
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Kota Berbasis AI dan Nilai Lokal Hadir di Bali
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Teh Jahe Hangat Bantu Legakan Perut Kembung Malam Hari
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

Manager Fox Ajukan Permohonan Putar Film di Istana
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

Marinir AS Ditahan Terkait Pembunuhan dan Pencurian di Okinawa
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

