Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

G7 Gelontorkan 100 Juta Barel Cadangan Solar untuk Stabilkan Harga

Pemimpin G7 sepakat melepas 100 juta barel cadangan minyak, termasuk solar, untuk meredam kenaikan harga energi global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
G7 Gelontorkan 100 Juta Barel Cadangan Solar untuk Stabilkan Harga📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemimpin negara-negara anggota G7 secara bersama-sama mengumumkan langkah strategis untuk meredam lonjakan harga bahan bakar diesel dengan melepaskan cadangan minyak sebanyak 100 juta barel. Keputusan ini diambil setelah tekanan berkelanjutan dari pemerintahan AS yang dipimpin Presiden Donald Trump, yang mendorong mitra Eropa untuk segera menyalurkan stok cadangan. Rencana pelepasan akan dilaksanakan dalam empat bulan, dengan fokus utama pada distribusi diesel dalam dua puluh hari pertama, di bawah koordinasi Badan Energi Internasional (IEA).

Harga diesel di pasar AS mencatat rekor tertinggi pada bulan September, dengan rata-rata mencapai US$6,37 per galon pada akhir pekan sebelum pengumuman. Kondisi ini mendorong keputusan kolektif untuk menghindari dampak lebih lanjut terhadap stabilitas ekonomi global. Pemimpin G7 menyatakan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap tekanan pasokan yang terus berlangsung, termasuk serangan terhadap infrastruktur minyak Rusia dan gangguan di wilayah Timur Tengah akibat ketegangan geopolitik.

Dalam pernyataan bersama, para pemimpin juga menekankan pentingnya menjaga kestabilan pasar dengan menahan diri dari pembatasan ekspor energi antaranggota. Mereka menyerukan kepada semua produsen untuk tidak memperparah krisis dengan menerapkan larangan ekspor. Langkah ini menekankan komitmen kolektif terhadap pasar energi yang terbuka dan terkoordinasi. Keputusan ini juga menjadi bagian dari respons lebih luas terhadap krisis energi yang telah muncul sejak Maret, ketika IEA dan anggotanya menyetujui rilis total 400 juta barel minyak mentah dan produk olahan.

Beberapa negara anggota Eropa, termasuk Prancis yang saat ini memimpin kelompok, telah berkomitmen untuk memenuhi kewajiban mereka, meski pelaksanaannya belum merata. Menteri Energi AS Chris Wright menyebut bahwa AS dan Jepang telah menunaikan janji, sementara sejumlah negara Eropa baru melepas sebagian kecil dari stok yang dijanjikan. Di sisi lain, Uni Eropa menunjukkan kepedulian besar terhadap ketersediaan pasokan, terutama karena sekitar setengah impor diesel Eropa pada Agustus berasal dari AS.

Komisaris Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic menegaskan kesiapan bekerja sama dengan mitra AS untuk menurunkan harga energi, menilai kebijakan larangan ekspor dari AS sebagai langkah yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi Eropa. Meski Trump sempat mempertimbangkan larangan ekspor diesel, kebijakan tersebut dikabarkan telah diurungkan karena risiko kenaikan harga bensin domestik. Dengan demikian, pelepasan cadangan menjadi solusi yang lebih terukur dan lebih disepakati secara internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya