Penutupan Total Soetta Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Bandara Soekarno-Hatta ditutup total selama dua hari akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, menjadi kejadian pertama dalam sejarah operasional selama 35 tahun.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada dini hari 6 September 2026, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami penutupan total menyusul penyebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Keputusan tersebut diambil setelah koordinasi intensif antara operator bandara, maskapai, dan otoritas penerbangan, menyusul peringatan awal yang disampaikan sejak sore hari sehari sebelumnya. Peristiwa ini menjadi yang pertama kali terjadi dalam 35 tahun operasional bandara, bahkan melebihi kondisi penutupan sebagian saat pandemi COVID-19.
Ketegangan mulai muncul pada 5 September, saat maskapai Pelita Air menjadi pihak pertama yang mengusulkan penutupan menyusul data pengamatan terhadap abu vulkanik yang mulai mendekati wilayah Jakarta. Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi, tercatat menghubungi pihak pengelola bandara secara berulang dalam waktu singkat. Koordinasi pun dilanjutkan melalui WhatsApp dengan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa pada pukul 16.30 WIB, guna memastikan langkah antisipatif yang tepat.
Keputusan penutupan total akhirnya diambil oleh Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Soekarno-Hatta, Putu Eka Cahyadhi, berdasarkan dinamika koordinasi dan data risiko yang dianalisis secara komprehensif. Menurut Direktur Operasi PT Angkasa Pura Indonesia, Agus Hariyadi, penutupan total ini merupakan kejadian sejarah dalam pengelolaan bandara, karena sebelumnya hanya pernah terjadi penutupan sebagian saat perbaikan landasan pacu. Keputusan itu diambil sebagai langkah perlindungan terhadap keselamatan penerbangan dan penumpang.
Peringatan dari Pelita Air didukung oleh data satelit Himawari yang dipantau setiap tiga hingga enam jam, serta informasi dari BMKG dan Airnav. Eriza Muslim, Direktur Safety Pelita Air, mengungkapkan bahwa awak kabin sudah merasakan bau belerang di kokpit, menjadi indikasi langsung abu vulkanik masuk ke atmosfer penerbangan. Meski menimbulkan kerugian operasional dan gangguan jadwal, maskapai tetap menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Keputusan akhir tetap berada di tangan otoritas, meski rekomendasi dari maskapai menjadi dasar krusial.
Penutupan berlangsung selama dua hari, dari 6 hingga 8 September 2026, dan menjadi pembelajaran penting bagi seluruh pemangku kepentingan penerbangan. Dalam forum yang sama, pihak terkait menekankan pentingnya sistem peringatan dini dan kolaborasi cepat dalam menghadapi ancaman alam yang berdampak pada keselamatan penerbangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wabup Nagekeo Meninggal Usai Pantau Perbaikan Jalan Rusak
Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan saat kembali dari pemantauan perbaikan jalan di Desa Rendu Tutubhada.
4 Oktober 2026

Manager Fox Ajukan Permohonan Putar Film di Istana
Manager Twentieth Century Fox Indonesia memohon izin kepada Presiden untuk memutar film "The Robe" di Istana, sebagai bagian dari upaya promosi teknologi Cinemascope yang masa berlakunya hampir habis.
4 Oktober 2026

RLCO Perkenalkan Produk Sarang Burung Premium untuk Pasar Dalam Negeri
Perusahaan bergerak di bidang sarang burung walet meluncurkan lini produk premium lokal dengan standar internasional, menawarkan transparansi asal dan proses produksi kepada konsumen domestik.
4 Oktober 2026

AZKO Perkuat Keberlanjutan dengan Target 2030
AZKO menegaskan komitmen keberlanjutan melalui program Berbagi Cahaya dan BISA BAIK, dengan target jangkauan 80 kota hingga 2030 dan peningkatan produk ramah lingkungan hingga 22%.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ben Affleck Soroti Etika Penggunaan AI dalam Sinema
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

EJIF 2026 Torehkan Rp2,4 Triliun dari 12 Komitmen Investasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pengawasan WNA di Tangerang Diperketat Pasca Temuan Pelanggaran Izin
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Kota Berbasis AI dan Nilai Lokal Hadir di Bali
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Warga Badui Ajak Pemerintah Jaga Hutan untuk HUT Banten ke-26
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Teh Jahe Hangat Bantu Legakan Perut Kembung Malam Hari
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

Marinir AS Ditahan Terkait Pembunuhan dan Pencurian di Okinawa
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

Hekente Wakatobi: Perempuan Jaga Budaya Bahari dengan Tradisi Menjaring Ikan
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

