Indonesia Dorong Kerja Sama Konkret di Laut China Selatan
Indonesia menekankan pentingnya menjaga kerja sama berkelanjutan dan mendorong proyek nyata untuk menekan ketegangan di Laut China Selatan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ketegangan di Laut China Selatan kembali menjadi sorotan internasional, menuntut langkah strategis dari negara-negara yang berkepentingan. Dalam forum bertajuk dialog regional di Jakarta, Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno menegaskan bahwa keberlanjutan komunikasi dan kerja sama menjadi kunci mencegah eskalasi konflik. Ia menekankan perlunya mempertahankan tradisi kolaborasi yang telah terbangun sejak era 1990 sebagai fondasi stabilitas kawasan.
Havas menyoroti pentingnya kerangka hukum regional, khususnya Perjanjian Kemitraan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC), sebagai fondasi penyelesaian sengketa secara damai. Ia menekankan bahwa kerja sama tidak boleh berhenti pada level wacana, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk nyata. Dalam hal ini, dialog harus diterjemahkan ke dalam inisiatif konkret yang dapat membangun kepercayaan antar negara, seperti proyek bersama di bidang maritim dan lingkungan laut.
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah perencanaan ruang pesisir terpadu, yang mencakup berbagai kepentingan seperti perikanan, transportasi laut, konservasi, energi, pertahanan, dan pembangunan pariwisata. Ketimpangan kepentingan di wilayah pesisir berpotensi memicu ketegangan, sehingga pengelolaan yang terintegrasi menjadi solusi strategis untuk menghindari tumpang tindih kepentingan.
Dalam pertemuan yang berlangsung 27–30 September 2026, sejumlah negara dan lembaga dari China, Brunei Darussalam, Filipina, Laos, Myanmar, Vietnam, dan Chinese Taipei turut serta. Dari hasil diskusi, tiga inisiatif kerja sama baru disepakati, dua di antaranya diajukan oleh Vietnam, sedangkan satu lainnya berasal dari Indonesia. Inisiatif tersebut menjadi bentuk konkret dari komitmen bersama untuk menjaga stabilitas maritim melalui kolaborasi nyata.
Pendekatan yang diambil menunjukkan bahwa Indonesia berupaya mengarahkan perhatian kawasan dari narasi konflik menuju solusi bersama berbasis hukum dan praktik nyata. Dengan memperkuat kerangka hukum internasional seperti UNCLOS 1982 dan memperluas proyek kerja sama, negara-negara di kawasan diharapkan mampu menjaga komunikasi tetap konstruktif dan mencegah eskalasi ketegangan yang berujung pada konflik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Dua Ekor Harimau Sumatra Lahir di Amerika, Jadi Langkah Bersejarah Konservasi
Kelahiran dua bayi harimau Sumatra di Fort Worth, Texas, menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian spesies terancam punah di dunia.
5 Oktober 2026

Musk Siap Ganti Nama SpaceXAI Jadi SpaceXSI
Elon Musk mengonfirmasi rencana pergantian nama unit kecerdasan buatan SpaceX dari AI ke SI, menyusul kebijakan federal AS yang mendorong penggunaan istilah "kecerdasan super".
5 Oktober 2026

Estonia Siapkan Serangan Jarak Jauh ke St. Petersburg
Estonia mempersiapkan kemampuan militer untuk menyerang St. Petersburg dengan sistem rudal canggih dan latihan gabungan, menimbulkan kekhawatiran diplomasi dari Moskow.
5 Oktober 2026

Pria di Giza Selamatkan Anak dari Jatuh dari Lantai Dua
Seorang pria di Giza, Mesir, berhasil menyelamatkan anak berusia lima tahun yang terjatuh dari balkon lantai dua dengan sigap meraihnya sebelum menghantam tanah.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pencegahan PMI Non-Prosedural Capai 6.555 Orang dalam Dua Tahun
Senin, 5 Oktober 2026, 23.24 WITA

KPK Periksa Kakak Ridwan Kamil Terkait Mobil Volvonya
Senin, 5 Oktober 2026, 23.23 WITA

AI Dorong Transformasi Distribusi Informasi Publik
Senin, 5 Oktober 2026, 23.23 WITA

Polisi Prioritaskan Pemulihan Korban Penganiayaan ABK KM Maulana 23
Senin, 5 Oktober 2026, 23.23 WITA

Prabowo Sorakkan Gol Pertama Indonesia di Final ASEAN Cup
Senin, 5 Oktober 2026, 23.22 WITA

Harga Mobil Listrik di Indonesia Per Oktober 2026 Terus Meluas
Senin, 5 Oktober 2026, 23.06 WITA

Hybrid Toyota Harus Pakai BBM Oktan di Atas 90
Senin, 5 Oktober 2026, 23.06 WITA

Airlangga Gunakan Maung sebagai Mobil Dinas, Sebut Lebih Luas dan Nyaman
Senin, 5 Oktober 2026, 23.06 WITA

