Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tesla Hapus Radio FM dan DAB dari Model 3 RWD Baru

Tesla menghilangkan fitur radio FM dan DAB digital pada Model 3 RWD terbaru untuk mengurangi biaya produksi, seiring dengan tren penggunaan layanan streaming berbasis internet.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 09.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Tesla Hapus Radio FM dan DAB dari Model 3 RWD Baru📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Tesla telah menghapus fitur radio FM dan DAB digital dari versi terbaru sedan Model 3 RWD, menandai langkah paling ekstrem dalam pengurangan komponen audio tradisional pada kendaraan listriknya. Keputusan ini menyusul penghapusan tuner AM yang telah berlangsung lebih dari lima tahun lalu, namun kini meluas ke dua teknologi siaran radio digital yang masih digunakan banyak pengguna. Penghapusan komponen tersebut dilakukan untuk menekan biaya produksi tanpa mengorbankan fitur utama lainnya.

Penghematan diperkirakan mencapai antara 50 hingga 70 dolar AS per unit—setara Rp900 ribu hingga Rp1,25 juta—dengan alasan utama adalah menghilangkan perlindungan elektromagnetik yang biasanya dibutuhkan untuk menjaga kualitas penerimaan sinyal radio dari gangguan yang dihasilkan motor listrik. Dengan demikian, desain sistem audio menjadi lebih sederhana dan efisien secara teknis.

Meski fitur radio tradisional tak lagi tersedia, pengguna tetap bisa menikmati siaran radio melalui aplikasi TuneIn yang terintegrasi di layar utama. Aplikasi ini hanya berfungsi jika terhubung ke jaringan internet, yang berarti akses terhambat saat sinyal seluler tidak tersedia. Untuk mengaktifkan layanan ini secara penuh, pengguna harus berlangganan paket Premium Connectivity Tesla seharga 13,99 dolar Australia per bulan setelah masa uji coba gratis berakhir.

Penghapusan fitur radio juga menyertai pengurangan elemen lain seperti kursi berventilasi, pencahayaan ambien, pelek alloy, dan layar penumpang belakang. Dengan penekanan pada efisiensi dan harga, Model 3 RWD kini dibanderol 9.000 dolar Australia—lebih terjangkau dibanding varian lain. Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran soal akses terhadap peringatan darurat yang biasanya disiarkan melalui frekuensi radio tradisional.

Survei terbaru menunjukkan bahwa 71 persen warga Australia berusia 10 tahun ke atas masih menggunakan siaran radio tradisional setidaknya sekali seminggu, sementara hanya 29 persen memilih layanan streaming. Angka ini menekankan bahwa penghapusan fitur radio berpotensi memengaruhi akses informasi penting bagi sebagian pengguna, terutama di daerah terpencil atau saat kondisi jaringan terganggu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya