Murid SD Pemalang Meninggal Dunia Diduga Akibat Kekerasan Kakak Kelas
Seorang siswa kelas 2 SD di Pemalang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pemukulan dan tendangan oleh tiga kakak kelas, peristiwa yang memicu desakan agar sekolah dan pihak berwajib segera mengungkap fakta dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 12.14 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang anak berusia tujuh tahun, M, siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia pada 30 September 2026, setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Azhari. Kematian korban diduga terkait kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh tiga murid dari kelas 5 dan 6 saat berada di area sekolah usai membeli makanan di kantin. Keluarga korban menyampaikan bahwa anaknya sempat mengeluh sakit perut dan tidak bisa berjalan, hingga ditemukan adanya tanda-tanda pukulan di bagian perut setelah diperiksa dokter.
Kronologi kejadian, menurut keterangan dari teman korban yang disampaikan oleh ibu korban, Diah Indrianti, bermula saat M berada di kantin dan dihadang oleh tiga kakak kelas. M diduga diminta uang, lalu ditinggalkan dan menjadi sasaran pemukulan di depan aula sekolah. Anak tersebut baru mulai bercerita setelah ditemani orang tua dan dokter, menyebutkan bahwa ia dipukul oleh tiga orang kakak kelas. Hasil rontgen menunjukkan adanya peradangan, yang menjadi dasar perawatan intensif selama sembilan hari.
Keluarga korban menyampaikan kekecewaan atas respons lambat dari pihak sekolah. Mereka mengaku telah melaporkan kejadian sejak awal, namun tidak mendapatkan respon serius. Bahkan, menurut Diah, pihak sekolah diduga berupaya menutupi kasus dengan tidak memanggil salah satu pelaku yang disebut korban, serta menunda pertemuan orang tua hingga 1 Oktober. Tidak satu pun dari keluarga pelaku datang menyampaikan permintaan maaf selama masa perawatan korban.
Polres Pemalang telah melakukan autopsi terhadap jenazah untuk menentukan penyebab kematian secara pasti. Kasat Reskrim, AKP Wildan Umar, menyatakan pihaknya telah memeriksa enam saksi, termasuk teman korban, orang tua, dan pihak sekolah. Pemeriksaan terhadap terduga pelaku dijadwalkan dilakukan pada Senin (04/10), dengan kemungkinan proses hukum jika ditemukan bukti adanya unsur pidana. Sementara itu, Plt Bupati Pemalang, Nurkholes, telah mengunjungi rumah duka dan sekolah untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait kejadian tersebut.
Kasus ini menyoroti kembali persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan yang terus terjadi, meskipun telah dilaporkan secara rutin. Forum Serikat Guru Indonesia mencatat 36 kasus kekerasan fisik dari total 100 kasus yang terjadi di seluruh Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026. Keluarga korban menyerukan perbaikan sistem keamanan sekolah, termasuk perbaikan CCTV di seluruh sudut, agar kejadian serupa tidak terulang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Jepang Protes Kematian Perempuan di Okinawa Akibat Anggota Marinir AS
Perdana Menteri Jepang menyampaikan protes keras atas penangkapan anggota Marinir AS yang diduga membunuh perempuan 39 tahun di Naha, Okinawa, dan menekankan pentingnya kerja sama penuh dalam penyelidikan.
5 Oktober 2026

Filipina Bekuk 241 WNA dalam Operasi Besar Judi Online Ilegal
Otoritas Filipina menangkap 241 warga asing, mayoritas dari China, dalam penggerebekan besar-besaran di Mindanao yang diduga menjadi pusat operasi judi online ilegal.
5 Oktober 2026

Listrik Padam saat Sidang Roy Suryo, JPU Tetap Baca Tanggapan
Gangguan listrik membuat ruang sidang PN Jakarta Timur gelap saat JPU membacakan tanggapan atas nota perlawanan Roy Suryo, namun sidang tetap berjalan tanpa pengeras suara.
5 Oktober 2026

MNC Life Dukung PRIMAROX 2026, Perkuat Sinergi Sipil-TNI/POLRI Lewat Kompetisi Hybrid
PRIMAROX 2026 digelar di ICE BSD City sebagai ajang hybrid fitness race yang menggabungkan masyarakat umum, TNI, dan POLRI dalam kompetisi berbasis sportivitas dan kebersamaan.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Jadwal Comeback Idola Kpop Oktober 2026 Diumumkan
Senin, 5 Oktober 2026, 12.27 WITA

Charlie Higson Tolak Jack Lowden Jadi Penerus James Bond
Senin, 5 Oktober 2026, 12.26 WITA

Tiket Final ASEAN Cup 2026 di Jakarta Ludes Terjual
Senin, 5 Oktober 2026, 12.15 WITA

Charlotte Salawati, Tokoh Perempuan yang Dihapus dari Sejarah
Senin, 5 Oktober 2026, 12.15 WITA

Kopilot Serang Pilot dengan Kapak, Pesawat Flydubai Terjun 5.200 Meter
Senin, 5 Oktober 2026, 12.15 WITA

Influenza A Melonjak di Sulawesi Tenggara, Warga Keluhkan Gejala Berat
Senin, 5 Oktober 2026, 12.14 WITA

Arrmanatha Nasir Dilantik Jadi Menlu RI, Pernah Bimbing Presiden PBB
Senin, 5 Oktober 2026, 12.14 WITA

Ukraina Buka Ruang Diskusi Teknis Trilateral di UEA
Senin, 5 Oktober 2026, 12.07 WITA

