Festival Bahari Laut Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Berkelanjutan
Festival Bahari Laut di Pulau Panggang menonjolkan kearifan lokal melalui tradisi sedekah laut sambil memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Festival Bahari Laut yang diselenggarakan di Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, menjadi wadah strategis untuk melestarikan tradisi sedekah laut sebagai warisan budaya leluhur. Bupati Kepulauan Seribu menegaskan pentingnya menjaga dan memperbarui tradisi ini secara konsisten, bukan hanya sebagai simbol keberkahan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan sejak zaman nenek moyang.
Kegiatan ini dirancang untuk mengintegrasikan budaya dengan sektor pariwisata secara organik. Melalui penghiasan kapal tradisional, pameran produk hasil laut, dan perayaan komunal, masyarakat setempat dihadapkan pada peluang ekonomi langsung. Bupati menekankan bahwa pariwisata harus mampu memberi manfaat nyata, bukan hanya bagi pelaku industri, tetapi juga bagi warga sebagai pelaku utama, seperti dalam pengelolaan homestay dan penjualan makanan khas laut.
Peningkatan aksesibilitas menjadi kunci utama dalam mengakselerasi pertumbuhan pariwisata. Pemerintah kabupaten berkomitmen memperluas jaringan transportasi laut, termasuk eksplorasi kerja sama dengan Transjakarta sebagai operator transportasi maritim. Selain itu, kapal tradisional juga dipertimbangkan sebagai bagian dari sistem konektivitas yang berkelanjutan, demi menjaga identitas lokal sekaligus memperluas jangkauan wisatawan.
Kepala Kelurahan Pulau Panggang melaporkan bahwa pelaksanaan festival berjalan lancar meski persiapan dilakukan dalam waktu singkat. Ia menyambut baik kolaborasi lintas komunitas dan pemerintah dalam menyelenggarakan acara ini. Pihaknya berencana mengembangkan festival dengan pendekatan yang lebih profesional, melibatkan mitra filantropi dan organisasi masyarakat untuk memperkuat kemitraan dan memperluas dampak ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rupiah Melemah di Awal Pekan Dipicu Tekanan Global
Rupiah melemah menjadi Rp17.903 per dolar AS pada awal perdagangan Senin, dipengaruhi kenaikan harga minyak, yield obligasi AS, dan indeks dolar AS yang meningkat.
5 Oktober 2026

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Puncak di Rp2,6 Juta Per Gram
Harga emas di Pegadaian pada Senin pagi menunjukkan kenaikan, dengan Antam menjadi yang tertinggi mencapai Rp2.619.000 per gram.
5 Oktober 2026

Samsat Keliling Beroperasi di 14 Titik Area Jadetabek
Polda Metro Jaya menyelenggarakan layanan Samsat Keliling di 14 lokasi wilayah Jadetabek untuk mempermudah wajib pajak membayar PKB secara langsung.
5 Oktober 2026

Selisih Harga Beli dan Jual Kembali Emas, Ini Alasannya
Perbedaan harga beli dan buyback emas disebabkan oleh mekanisme pasar, biaya operasional, perubahan harga dunia, dan potongan pajak yang berlaku saat transaksi.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Jadwal Comeback Idola Kpop Oktober 2026 Diumumkan
Senin, 5 Oktober 2026, 12.27 WITA

Charlie Higson Tolak Jack Lowden Jadi Penerus James Bond
Senin, 5 Oktober 2026, 12.26 WITA

Tiket Final ASEAN Cup 2026 di Jakarta Ludes Terjual
Senin, 5 Oktober 2026, 12.15 WITA

Charlotte Salawati, Tokoh Perempuan yang Dihapus dari Sejarah
Senin, 5 Oktober 2026, 12.15 WITA

Kopilot Serang Pilot dengan Kapak, Pesawat Flydubai Terjun 5.200 Meter
Senin, 5 Oktober 2026, 12.15 WITA

Murid SD Pemalang Meninggal Dunia Diduga Akibat Kekerasan Kakak Kelas
Senin, 5 Oktober 2026, 12.14 WITA

Influenza A Melonjak di Sulawesi Tenggara, Warga Keluhkan Gejala Berat
Senin, 5 Oktober 2026, 12.14 WITA

Arrmanatha Nasir Dilantik Jadi Menlu RI, Pernah Bimbing Presiden PBB
Senin, 5 Oktober 2026, 12.14 WITA

