Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Stimulus Tiket Pesawat Nataru 2026/2027 Siap Diluncurkan

Pemerintah menyiapkan insentif pajak dan penyesuaian biaya penerbangan untuk menjaga keterjangkauan tiket saat libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Stimulus Tiket Pesawat Nataru 2026/2027 Siap Diluncurkan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah telah mempersiapkan serangkaian kebijakan stimulus untuk menjamin aksesibilitas tiket pesawat pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027. Salah satu langkah utama adalah pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang diproyeksikan mencapai level sekitar 11 persen, sesuai tarif yang berlaku saat ini. Tujuannya adalah mencegah lonjakan harga tiket di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada akhir tahun.

Kebijakan ini sedang dalam tahap penyusunan peraturan, khususnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK), yang saat ini menjalani proses harmonisasi antarlembaga. Direktur Angkutan Udara Kemenhub, Agustinus Budi Hartono, menegaskan bahwa ketersediaan tiket terjangkau menjadi prioritas utama menjelang puncak perjalanan liburan. Ia menegaskan bahwa masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan dengan harga yang terkendali, tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Selain insentif pajak, pemerintah juga meninjau kemungkinan penyesuaian biaya tambahan lainnya, seperti Passenger Service Charge (PSC) dan fuel surcharge. Namun, besaran penyesuaian untuk kedua komponen tersebut belum ditentukan secara final dan masih dalam pembahasan lintas kementerian. Upaya ini merupakan bagian dari strategi lebih luas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui stimulus transportasi di semester kedua 2026.

Rencana anggaran untuk stimulus PPN DTP pada Nataru diproyeksikan mencapai Rp722 miliar, dengan target manfaat bagi sekitar 3,7 juta penumpang kelas ekonomi. Di samping itu, Kemenhub juga menekankan pentingnya kesiapan operasional maskapai, termasuk memastikan seluruh pesawat berada dalam kondisi laik terbang. Tujuannya adalah menghindari gangguan operasional yang dapat menimbulkan keterlambatan berantai dan merusak pengalaman penumpang.

Agustinus menekankan perlunya persiapan dini dari seluruh pemangku kepentingan, terutama maskapai, agar puncak musim liburan berjalan lancar tanpa hambatan. Dengan kombinasi insentif dan peningkatan kesiapan infrastruktur, pemerintah bertekad menjadikan periode Nataru sebagai momen mobilitas yang aman, terjangkau, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya