Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Selisih Harga Beli dan Jual Kembali Emas, Ini Alasannya

Perbedaan harga beli dan buyback emas disebabkan oleh mekanisme pasar, biaya operasional, perubahan harga dunia, dan potongan pajak yang berlaku saat transaksi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 09.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Selisih Harga Beli dan Jual Kembali Emas, Ini Alasannya📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pembeli emas sering kali menyadari adanya selisih antara harga saat membeli dan harga saat menjual kembali. Meski berat dan kadar emas tetap sama, nilai yang diterima saat buyback justru lebih rendah dari harga beli. Hal ini bukan keanehan, melainkan bagian dari struktur perdagangan logam mulia yang telah diatur secara standar. Selisih tersebut dikenal sebagai *spread*, yang mencerminkan biaya operasional dan risiko dalam proses distribusi serta penjualan.

Harga beli mencerminkan nilai emas ditambah berbagai biaya tambahan seperti produksi, kemasan, distribusi, dan margin penjualan. Sementara harga buyback dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas global pada hari transaksi, bukan harga saat pembelian. Artinya, nilai jual kembali tidak terikat pada harga beli sebelumnya, melainkan menyesuaikan kondisi pasar saat itu. Perubahan harga emas secara dinamis bisa membuat buyback lebih tinggi atau lebih rendah dari harga beli, tergantung tren pasar.

Pajak juga turut memengaruhi jumlah yang diterima saat menjual emas. Transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen, yang dipotong langsung dari hasil penjualan. Ketentuan ini berlaku mulai 1 Agustus 2025 berdasarkan peraturan terbaru dari Direktorat Jenderal Pajak. Oleh karena itu, nilai yang diterima bukan selalu sama dengan harga buyback yang tercantum di situs resmi, terutama untuk transaksi bernilai tinggi.

Kondisi fisik emas dan kelengkapan dokumen juga berpengaruh. Emas batangan yang kemasannya rusak atau sertifikatnya hilang bisa mengurangi nilai buyback sesuai aturan. Namun, tahun produksi tidak memengaruhi harga jual kembali secara langsung. Emas dari tahun lalu tetap dihargai berdasarkan harga pasar pada hari transaksi, bukan harga historis.

Kesimpangannya, selisih harga bukan berarti kerugian mutlak. Keuntungan baru terlihat jika harga buyback setelah dikurangi pajak dan biaya lebih tinggi dari total harga beli. Investasi emas lebih efektif jika dilihat dalam jangka waktu menengah hingga panjang, karena perubahan harga cenderung stabil dan berpotensi mengatasi selisih spread serta pajak. Pemahaman menyeluruh terhadap mekanisme ini membantu pemilik emas menilai secara realistis nilai yang dapat diperoleh saat menjual kembali.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya