KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Nusron Wahid karena Dua Kali Mangkir
KPK menimbang langkah jemput paksa terhadap Menteri ATR/BPN Nusron Wahid setelah dua kali tidak hadir saat diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi di kementeriannya.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 126x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini mempertimbangkan tindakan jemput paksa terhadap Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyusul dua kali ketidakhadirannya dalam panggilan pemeriksaan sebagai saksi. Keputusan ini diambil setelah penyidik menilai sikap yang tidak kooperatif dalam dua jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.
Pemeriksaan terhadap Nusron Wahid dilakukan dalam kerangka penyidikan dugaan korupsi yang melibatkan institusi di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Sebelumnya, KPK telah mengagendakan ulang pemanggilan pada Kamis (15/10/2026), namun Nusron kembali tidak muncul, memperparah proses penyelidikan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa upaya jemput paksa masih dalam proses pertimbangan internal oleh tim penyidik. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut tidak diambil secara sembarangan, melainkan sebagai respons terhadap ketidakpatuhan terhadap kewajiban hukum sebagai saksi.
KPK tetap menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum secara objektif dan menjamin keterlibatan semua pihak dalam proses hukum. Tindakan jemput paksa, jika dilakukan, akan menjadi langkah terakhir setelah segala upaya kooperatif dilakukan, termasuk pemberian pemberitahuan dan jadwal ulang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Putusan pengadilan membatalkan dakwaan kartel bunga terhadap platform pinjaman daring, dengan menilai kepatuhan terhadap arahan OJK sebagai dasar operasional yang sah.
24 Oktober 2026

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

