Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kunjungan Strategis DPR dan CEO ke BEI Usai IHSG Anjlok Tajam

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan CEO Danantara Indonesia mendatangi BEI pada Jumat (16/10/2026), menyusul anjloknya IHSG hingga lebih dari 11% dan penghentian sementara perdagangan akibat tekanan pasar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 40x dibuka
Kunjungan Strategis DPR dan CEO ke BEI Usai IHSG Anjlok Tajam📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada Jumat siang (16/10/2026), sekitar pukul 13.00 WIB, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama CEO Danantara Indonesia tiba di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Kedatangan mereka langsung menuju lantai direksi, menandai kunjungan yang digelar dalam konteks krisis pasar modal yang sedang melanda. Peristiwa ini terjadi tak lama setelah indeks utama pasar saham, IHSG, mengalami penurunan tajam pada pembukaan perdagangan sesi I.

IHSG dibuka di level 5.393,92, merosot 469,86 poin atau 8,01% dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.863,78. Penurunan tajam ini memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt segera setelah sesi dimulai. Volume perdagangan mencapai 53,6 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp922,33 miliar, menunjukkan tingginya aktivitas pasar dalam kondisi volatilitas tinggi.

Kunjungan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran investor global terhadap prospek pasar modal Indonesia. Hal ini terkait dengan pemberitahuan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai kemungkinan penurunan peringkat klasifikasi pasar Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market. Keputusan tersebut berpotensi memengaruhi persepsi global terhadap stabilitas dan daya tarik pasar saham nasional, termasuk aliran investasi asing dan kepercayaan pasar.

Meski agenda pertemuan belum diungkap secara resmi, kunjungan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menangani krisis pasar yang sedang terjadi. Kedatangan tokoh-tokoh penting dari dunia politik dan industri diharapkan dapat mempercepat respons koordinasi antarlembaga guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan kembali membangun kepercayaan pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya