Layanan AI DeepSeek Lumpuh Lima Jam, Pengguna Diberi Kompensasi
Gangguan layanan DeepSeek berlangsung lima jam pada 15 Oktober, mengakibatkan pengembalian dana sebagian bagi pelanggan berbayar dan menyoroti keterbatasan infrastruktur komputasi.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Layanan kecerdasan buatan milik DeepSeek mengalami downtime selama lima jam pada Kamis, 15 Oktober, dengan akses ke model V4-Pro, V4.1-Flash, dan fitur chat terhenti dari pukul 08.00 hingga 13.00 waktu setempat. Perusahaan belum merilis penjelasan resmi mengenai akar penyebab gangguan, namun dugaan kuat mengarah pada keterbatasan sumber daya komputasi yang tidak sebanding dengan lonjakan penggunaan. Beberapa sumber mengungkapkan bahwa ketidaksesuaian antara kapasitas pemrosesan dan beban pengguna menjadi faktor utama.
Sebagai respons, pelanggan berlangganan berbayar menerima kompensasi dalam bentuk kredit yang bisa digunakan untuk layanan di masa depan, mencakup periode 8 hingga 14 Oktober. Nilai kompensasi yang dilaporkan mencapai 3.000 yuan atau sekitar Rp8,1 juta, berdasarkan kurs yang berlaku. Langkah ini menunjukkan upaya perusahaan untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan meski menghadapi kendala teknis yang signifikan.
Ini bukan pertama kalinya DeepSeek menghadapi masalah stabilitas layanan. Sejak peluncuran model R1 pada Januari dan Februari 2025, perusahaan sempat mengalami serangkaian gangguan dan penurunan performa. Pada 2026, situasi memburuk seiring rilis model V4-Flash dan V4-Pro, terutama setelah peluncuran V4.1-Flash pada 10 September yang menyebabkan lonjakan tajam penggunaan. Ketidakmampuan infrastruktur menyerap beban tersebut diperparah oleh keterbatasan alokasi daya pemrosesan.
DeepSeek kini sedang mempersiapkan penggalangan dana dari investor global, dengan target mencapai 100 miliar yuan atau sekitar Rp269,8 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat kapasitas komputasi, termasuk pembelian chip semikonduktor. Karena pembatasan ekspor dari Amerika Serikat terhadap teknologi AI tingkat tinggi, perusahaan harus mengandalkan pasokan dalam negeri, menambah tantangan dalam pengembangan infrastruktur skala besar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tiga Tokoh Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Tiga tokoh dari berbagai latar belakang berhasil menyabet penghargaan dalam kategori Partisipasi Publik pada ajang Penghargaan Energi Subroto 2026 di Jakarta.
24 Oktober 2026

PLN Nusantara Power dan Eco Prima Jadi Pemenang Energi Subroto 2026
Dua perusahaan, PLN Nusantara Power dan Eco Prima Energi, meraih penghargaan Energi Subroto 2026 dalam kategori transformasi digital dan hilirisasi nilai tambah.
24 Oktober 2026

BRI Salurkan 270 Pompa Air Atasi Karhutla di Kalimantan Barat
BRI menyalurkan 270 unit mesin pompa air dan perlengkapan penunjang untuk dukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat melalui program BRI Peduli.
24 Oktober 2026

Transmart Gelar Diskon Besar-Besaran Sehari Penuh
Transmart kembali menggelar Full Day Sale dengan potongan harga hingga 50 persen dan tambahan diskon 20 persen untuk pembayaran melalui layanan tertentu.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

