Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Layanan AI DeepSeek Lumpuh Lima Jam, Pengguna Diberi Kompensasi

Gangguan layanan DeepSeek berlangsung lima jam pada 15 Oktober, mengakibatkan pengembalian dana sebagian bagi pelanggan berbayar dan menyoroti keterbatasan infrastruktur komputasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 31x dibuka
Layanan AI DeepSeek Lumpuh Lima Jam, Pengguna Diberi Kompensasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Layanan kecerdasan buatan milik DeepSeek mengalami downtime selama lima jam pada Kamis, 15 Oktober, dengan akses ke model V4-Pro, V4.1-Flash, dan fitur chat terhenti dari pukul 08.00 hingga 13.00 waktu setempat. Perusahaan belum merilis penjelasan resmi mengenai akar penyebab gangguan, namun dugaan kuat mengarah pada keterbatasan sumber daya komputasi yang tidak sebanding dengan lonjakan penggunaan. Beberapa sumber mengungkapkan bahwa ketidaksesuaian antara kapasitas pemrosesan dan beban pengguna menjadi faktor utama.

Sebagai respons, pelanggan berlangganan berbayar menerima kompensasi dalam bentuk kredit yang bisa digunakan untuk layanan di masa depan, mencakup periode 8 hingga 14 Oktober. Nilai kompensasi yang dilaporkan mencapai 3.000 yuan atau sekitar Rp8,1 juta, berdasarkan kurs yang berlaku. Langkah ini menunjukkan upaya perusahaan untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan meski menghadapi kendala teknis yang signifikan.

Ini bukan pertama kalinya DeepSeek menghadapi masalah stabilitas layanan. Sejak peluncuran model R1 pada Januari dan Februari 2025, perusahaan sempat mengalami serangkaian gangguan dan penurunan performa. Pada 2026, situasi memburuk seiring rilis model V4-Flash dan V4-Pro, terutama setelah peluncuran V4.1-Flash pada 10 September yang menyebabkan lonjakan tajam penggunaan. Ketidakmampuan infrastruktur menyerap beban tersebut diperparah oleh keterbatasan alokasi daya pemrosesan.

DeepSeek kini sedang mempersiapkan penggalangan dana dari investor global, dengan target mencapai 100 miliar yuan atau sekitar Rp269,8 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat kapasitas komputasi, termasuk pembelian chip semikonduktor. Karena pembatasan ekspor dari Amerika Serikat terhadap teknologi AI tingkat tinggi, perusahaan harus mengandalkan pasokan dalam negeri, menambah tantangan dalam pengembangan infrastruktur skala besar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya