Lolorian Ciherang: Tradisi Meluncur dari Bukit Garut yang Bangkitkan Kembali Permainan Anak
Permainan tradisional lolorian di Ciherang, Garut, kini jadi destinasi wisata edukatif yang menarik anak-anak dari gawai ke aktivitas fisik di alam terbuka.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 21.10 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Di kawasan perbukitan Malangbong, Kabupaten Garut, sebuah permainan rakyat bernama lolorian kembali hidup sebagai wahana wisata yang menarik minat keluarga. Dengan rel dari pelepah pohon aren sepanjang 200 meter yang dipasang di lereng menurun, lolorian memungkinkan pemain meluncur dengan papan kayu sebagai sarana pergerakan. Hana, seorang ibu rumah tangga, menjadi salah satu pengunjung rutin yang datang bersama suami dan anak-anaknya setiap akhir pekan. Ia menyebut permainan ini menjadi alternatif menyenangkan dari penggunaan gawai yang selama ini menjadi kebiasaan anak-anak.
Asal-usul lolorian bermula dari peniruan terhadap lori perkebunan dan kereta api kolonial yang dulu melintas di sekitar jembatan Ciherang. Nama "lolorian" sendiri diduga berasal dari kata "lorrie" dalam bahasa Belanda, merujuk pada gerbong kecil yang berjalan di atas rel. Namun, permainan ini baru berkembang pesat di kampung tersebut setelah gelombang pengungsi dari masa pemberontakan DI/TII pada 1950-an tinggal di sana. Sesepuh kampung, Abah Koko, yang kini berusia 76 tahun, menceritakan bahwa ide membuat lolorian muncul dari keinginan menghibur anak-anak saat berpuasa, khususnya saat ngabuburit.
Ketika melihat anak-anak lebih asyik dengan gawai daripada berinteraksi langsung, Abah Koko merasa prihatin. Ia pun memodifikasi permainan dengan menggunakan bahan yang lebih kuat seperti bambu dan kayu, serta memperbaiki struktur rel agar lebih aman. Hasilnya, lolorian Ciherang kini menjadi wahana yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga melalui kunjungan wisatawan dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri.
Data dari BPS dan Save The Children menunjukkan tren penggunaan gawai yang tinggi di kalangan anak-anak, dengan 42% anak usia dini sudah mengakses ponsel dan 40% remaja menghabiskan lebih dari tiga jam sehari di depan layar. Hal ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan mental, seperti gangguan ketergantungan internet, menurut dokter spesialis kejiwaan dari Jawa Barat. Sebaliknya, permainan tradisional seperti lolorian dinilai mampu melatih kemampuan berpikir kritis, regulasi emosi, dan interaksi sosial secara langsung.
Pemerintah dan pakar budaya menekankan pentingnya menyediakan alternatif aktivitas yang menarik bagi anak-anak, bukan hanya melarang penggunaan gawai. Menurut Zaini Alif, permainan rakyat dan teknologi digital tidak harus saling bertentangan. Permainan tradisional membentuk keterampilan fisik dan sosial, sementara permainan digital membantu pemahaman terhadap teknologi. Lolorian Ciherang menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal, jika dilestarikan dan dimodernisasi dengan bijak, bisa menjadi solusi atas tantangan zaman.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tiga Tokoh Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Tiga tokoh dari berbagai latar belakang berhasil menyabet penghargaan dalam kategori Partisipasi Publik pada ajang Penghargaan Energi Subroto 2026 di Jakarta.
24 Oktober 2026

PLN Nusantara Power dan Eco Prima Jadi Pemenang Energi Subroto 2026
Dua perusahaan, PLN Nusantara Power dan Eco Prima Energi, meraih penghargaan Energi Subroto 2026 dalam kategori transformasi digital dan hilirisasi nilai tambah.
24 Oktober 2026

BRI Salurkan 270 Pompa Air Atasi Karhutla di Kalimantan Barat
BRI menyalurkan 270 unit mesin pompa air dan perlengkapan penunjang untuk dukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat melalui program BRI Peduli.
24 Oktober 2026

Transmart Gelar Diskon Besar-Besaran Sehari Penuh
Transmart kembali menggelar Full Day Sale dengan potongan harga hingga 50 persen dan tambahan diskon 20 persen untuk pembayaran melalui layanan tertentu.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

