Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Low Tuck Kwong Beli dan Jual Saham Bayan dalam Satu Pekan

Pengusaha Low Tuck Kwong melakukan pembelian dan penjualan massal saham PT Bayan Resources dalam rentang waktu singkat, menyusul kesepakatan jual beli dengan entitas milik Haji Isam.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 09.29 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 53x dibuka
Low Tuck Kwong Beli dan Jual Saham Bayan dalam Satu Pekan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada 13–14 Oktober 2026, Low Tuck Kwong melakukan dua transaksi pembelian saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di pasar sekunder, dengan total akuisisi mencapai 100,5 juta lembar saham. Transaksi pertama tercatat pada 13 Oktober, di mana ia membeli 500 ribu saham dengan harga Rp11.200 per saham, senilai Rp5,6 miliar. Dua hari kemudian, ia menambah kepemilikan dengan membeli 100.001.000 saham lainnya pada harga yang sama, membukukan nilai transaksi sebesar Rp1,12 triliun.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Low naik dari 3.316.166.832 menjadi 3.416.667.832 saham, atau setara dengan 10,25 persen hak suara. Namun, pada 15 Oktober, Low kembali melakukan penjualan besar-besaran, menjual 650.000.032 saham BYAN dengan harga Rp2.588 per saham, menurunkan kepemilikannya menjadi 2.766.667.800 saham atau 8,30 persen hak suara.

Sementara itu, putrinya, Elaine Low, juga ikut menjual saham BYAN sebanyak 16.666.668 lembar pada hari yang sama dengan harga serupa, mengurangi kepemilikannya dari 7.350.500.368 saham (22,05 persen hak suara) menjadi 7.333.833.700 saham (22 persen hak suara). Dokumen keterbukaan informasi BEI tidak menyebutkan identitas pembeli dalam transaksi penjualan tersebut.

Peristiwa ini terjadi setelah Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama, perusahaan yang dikaitkan dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Rencana alih saham mencakup 10 miliar lembar saham, atau sekitar 30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor, namun belum dapat dikonfirmasi sebagai transaksi final karena masih menunggu pemenuhan syarat dan kondisi pendahuluan.

Kesepakatan ini berbeda dari isu sebelumnya yang menyebutkan rencana pengambilalihan 62 persen saham BYAN oleh keluarga Low. Dengan demikian, meskipun terjadi perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan, belum dapat dipastikan bahwa kesepakatan tersebut telah tuntas secara hukum dan operasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya