LPEI Dorong Eksportir Lokal Perluas Pasar Global Lewat TEI 2026
LPEI mendukung eksportir lokal, termasuk produsen teh artisan dan gula kelapa organik, tampil di TEI 2026 untuk tingkatkan akses pasar internasional dan kuatkan kapasitas produksi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 66x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat daya saing produk Indonesia di kancah global melalui partisipasi eksportir binaannya dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Melalui fasilitasi ini, pelaku usaha yang berfokus pada ekspor diberi ruang untuk memperkenalkan produk unggulan secara langsung kepada pembeli internasional, sekaligus menjajaki kemitraan strategis di berbagai negara.
Salah satu peserta yang hadir adalah Sila Indonesia Artisan Tea, yang telah berdiri sejak 2018 dan telah mengekspor produknya ke sejumlah negara seperti Jepang, Singapura, Kanada, dan Turki. Meski telah membuka pasar di berbagai wilayah, volume ekspor masih terbatas dan belum mencapai skala kontainer. Pendiri sekaligus Business Director PT Sila Agri Inovasi, Redha T. Ardias, menyatakan bahwa kehadiran di TEI menjadi langkah penting untuk memperluas jaringan dan mengejar peluang pasar baru, terutama di negara dengan budaya minum teh yang kuat.
Dalam kesempatan itu, perusahaan juga menyampaikan harapan untuk memperkuat kemitraan dengan calon pembeli dari Australia, Hong Kong, dan Malaysia. Meski telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan mitra di Jepang dan Malaysia, Redha menekankan perlunya dukungan finansial untuk meningkatkan kapasitas produksi. Tantangan utama yang dihadapi UMKM adalah keterbatasan modal kerja saat menangani pesanan besar, terutama karena pembayaran dari pembeli dilakukan secara tempo, sementara petani mengharapkan pembayaran tunai. Dengan dukungan LPEI, perusahaan berharap bisa mengatasi hambatan ini secara bertahap.
Selain Sila, Bunga Palm (Global Coco Sugar), produsen gula kelapa organik asal Purbalingga, juga turut ambil bagian dalam pameran tersebut. Perusahaan yang telah beroperasi sejak awal 2000-an telah membangun jaringan lebih dari 18.000 petani dan fokus mengekspor produk organik ke pasar global seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Meksiko. Menurut Export Manager mereka, Muhammad Arsyi Kurniawan, produk organik Indonesia, termasuk gula kelapa, mendapat respons positif di pasar internasional, terutama di negara yang peduli terhadap kualitas dan keberlanjutan.
Dana yang diterima dari LPEI digunakan untuk menjamin aliran kas bagi petani dengan memfasilitasi pembayaran tunai, meskipun pembeli melakukan pembayaran secara tempo. Hal ini membantu menjaga stabilitas operasional dan memperkuat hubungan dengan produsen lokal. Corporate Secretary LPEI, Dyza Rochadi, menegaskan bahwa kehadiran pelaku usaha di TEI 2026 merupakan bagian dari strategi jangka panjang LPEI untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas, dan memberikan solusi pembiayaan, penjaminan, serta layanan ekspor terintegrasi bersama Bea Cukai dan LNSW.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

