Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Macron Soroti Kekerasan dalam Demo: Rasa Malu dan Kemarahan Menyelimuti Bangsa

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pidato nasional menyusul kerusuhan akibat aksi demonstrasi, menekankan rasa malu dan kemarahan atas tindakan kekerasan yang tak terkendali.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.29 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 120x dibuka
Macron Soroti Kekerasan dalam Demo: Rasa Malu dan Kemarahan Menyelimuti Bangsa📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prancis Emmanuel Macron secara langsung menyampaikan pernyataan nasional pada malam Minggu (18/10), mengungkapkan perasaan kesedihan dan malu yang melanda seluruh rakyat Prancis akibat kerusuhan yang melanda berbagai kota selama akhir pekan. Ia menekankan bahwa tindakan kekerasan, pembakaran, dan penjarahan yang terjadi tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, terlepas dari alasan di balik aksi unjuk rasa tersebut.

Macron menyoroti krisis kepercayaan terhadap nilai-nilai sosial dan hukum yang sedang diuji oleh aksi-aksi brutal yang terjadi di sejumlah kota besar, termasuk Paris, Marseille, Lyon, dan Bordeaux. Ia menyebut bahwa sebagian besar demonstran turun ke jalan dengan tujuan menyuarakan kekhawatiran yang sah, terutama terkait kondisi pendidikan dan beban hidup yang semakin membengkak. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan kriminal tidak boleh mengaburkan tuntutan yang valid.

Dalam pidatonya, Macron menegaskan bahwa pemerintah akan menindak tegas semua pelaku kekerasan dan penjarahan, dengan penegakan hukum yang ketat dan tak kenal kompromi. Ia menegaskan bahwa mereka yang bertindak secara brutal akan menjadi contoh bagi masyarakat, sebagai bentuk jaminan bahwa pelanggaran hukum tidak akan diabaikan. Pemerintah juga telah memerintahkan penanganan darurat terhadap kerusakan infrastruktur, termasuk bangunan bersejarah seperti balai kota Limoges yang ambruk akibat kobaran api.

Sebanyak lebih dari 500.000 orang terlibat dalam aksi demonstrasi nasional, namun hanya sebagian kecil yang terlibat dalam tindakan kekerasan. Macron menyampaikan dukungan penuh kepada aparat keamanan, wali kota, pemilik usaha, serta keluarga yang terdampak, menegaskan bahwa negara akan hadir dalam proses pemulihan pasca-kerusuhan. Ia menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan publik melalui kebijakan yang adil dan transparan, sekaligus memastikan bahwa kekerasan tidak menjadi jalan untuk menyuarakan keadilan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya