Macron Soroti Kekerasan dalam Demo: Rasa Malu dan Kemarahan Menyelimuti Bangsa
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pidato nasional menyusul kerusuhan akibat aksi demonstrasi, menekankan rasa malu dan kemarahan atas tindakan kekerasan yang tak terkendali.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.29 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 120x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prancis Emmanuel Macron secara langsung menyampaikan pernyataan nasional pada malam Minggu (18/10), mengungkapkan perasaan kesedihan dan malu yang melanda seluruh rakyat Prancis akibat kerusuhan yang melanda berbagai kota selama akhir pekan. Ia menekankan bahwa tindakan kekerasan, pembakaran, dan penjarahan yang terjadi tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, terlepas dari alasan di balik aksi unjuk rasa tersebut.
Macron menyoroti krisis kepercayaan terhadap nilai-nilai sosial dan hukum yang sedang diuji oleh aksi-aksi brutal yang terjadi di sejumlah kota besar, termasuk Paris, Marseille, Lyon, dan Bordeaux. Ia menyebut bahwa sebagian besar demonstran turun ke jalan dengan tujuan menyuarakan kekhawatiran yang sah, terutama terkait kondisi pendidikan dan beban hidup yang semakin membengkak. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan kriminal tidak boleh mengaburkan tuntutan yang valid.
Dalam pidatonya, Macron menegaskan bahwa pemerintah akan menindak tegas semua pelaku kekerasan dan penjarahan, dengan penegakan hukum yang ketat dan tak kenal kompromi. Ia menegaskan bahwa mereka yang bertindak secara brutal akan menjadi contoh bagi masyarakat, sebagai bentuk jaminan bahwa pelanggaran hukum tidak akan diabaikan. Pemerintah juga telah memerintahkan penanganan darurat terhadap kerusakan infrastruktur, termasuk bangunan bersejarah seperti balai kota Limoges yang ambruk akibat kobaran api.
Sebanyak lebih dari 500.000 orang terlibat dalam aksi demonstrasi nasional, namun hanya sebagian kecil yang terlibat dalam tindakan kekerasan. Macron menyampaikan dukungan penuh kepada aparat keamanan, wali kota, pemilik usaha, serta keluarga yang terdampak, menegaskan bahwa negara akan hadir dalam proses pemulihan pasca-kerusuhan. Ia menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan publik melalui kebijakan yang adil dan transparan, sekaligus memastikan bahwa kekerasan tidak menjadi jalan untuk menyuarakan keadilan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Putusan pengadilan membatalkan dakwaan kartel bunga terhadap platform pinjaman daring, dengan menilai kepatuhan terhadap arahan OJK sebagai dasar operasional yang sah.
24 Oktober 2026

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

