Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mahasiswa Jerman dan Indonesia Rancang Pengembangan Berkelanjutan Barelang

Kolaborasi akademik lintas negara mulai menggali potensi Kawasan Transmigrasi Barelang untuk menciptakan desain pembangunan berkelanjutan yang berbasis kebutuhan masyarakat lokal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Mahasiswa Jerman dan Indonesia Rancang Pengembangan Berkelanjutan Barelang📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 20 mahasiswa dari Technical University of Munich (TUM) Jerman bersama akademisi dan pelajar dari berbagai kampus di Indonesia tengah menjalankan program Summer Course 2026 di Batam, fokus pada pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang, khususnya wilayah Rempang. Kegiatan ini bertujuan merancang pendekatan pengembangan ruang yang mengintegrasikan kebijakan lingkungan, ekonomi lokal, dan partisipasi masyarakat dalam satu konsep yang disebut Green Barelang Spatial Development Design.

Para peserta melakukan observasi lapangan mendalam, mengkaji kondisi sosial, ekonomi, infrastruktur, serta ekosistem di kawasan tersebut. Mereka juga berdialog langsung dengan warga setempat guna memahami tantangan nyata yang dihadapi, seperti akses pekerjaan, pemanfaatan sumber daya alam, dan kebutuhan dasar masyarakat. Hasil dari interaksi ini menjadi dasar utama dalam menyusun rancangan yang relevan dan berkelanjutan.

Pemerintah melalui Plt Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi menegaskan bahwa pengembangan Rempang harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat lokal. Tujuannya adalah menciptakan lapangan kerja, memperkuat pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta memastikan kehadiran kawasan tidak menggeser keberadaan masyarakat asli.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Transmigrasi Patriot (Trans Patriot), yang digagas oleh Universitas Diponegoro bersama TUM, Kementerian Transmigrasi, dan BP Batam. Kolaborasi ini juga melibatkan tim dari ITB, ITS, IPB University, dan UI yang sebelumnya telah melakukan pendampingan lapangan di kawasan tersebut. Dengan pendekatan campuran antara teori akademik, observasi, dan dialog masyarakat, program ini bertujuan menghasilkan solusi nyata yang bisa diimplementasikan secara bertahap.

Wali Kota Batam menyambut positif kerja sama internasional ini, menilainya sebagai penerapan sinergi antara kebijakan pemerintah, inovasi akademik, kearifan lokal, dan perspektif global. Ia menekankan pentingnya integrasi berbagai elemen tersebut agar pembangunan kawasan tidak hanya fisik, tetapi juga berkelanjutan dan inklusif. Kunjungan ke Pulau Penyengat juga menjadi bagian dari pembelajaran, menekankan nilai sejarah dan budaya Melayu sebagai fondasi identitas kawasan Kepulauan Riau.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya