Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Malaysia Tunda Ujian Akhir Akibat Kabut Asap Parah

Kementerian Pendidikan Malaysia menunda ujian akhir sekolah menyusul kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.27 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 105x dibuka
Malaysia Tunda Ujian Akhir Akibat Kabut Asap Parah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pendidikan Malaysia (MOE) mengambil kebijakan menunda pelaksanaan ujian akhir sekolah menyusul penyebaran kabut asap yang melanda berbagai wilayah di negara tersebut. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kondisi kesehatan publik yang memburuk, terutama di kalangan pelajar yang rentan terhadap paparan polusi udara. Penundaan dilakukan setelah menimbang berbagai pertimbangan dari orang tua dan wali murid yang khawatir atas keselamatan anak-anak mereka saat harus berada di lingkungan sekolah.

Pihak MOE menyatakan bahwa jadwal ujian baru akan disusun ulang oleh masing-masing sekolah sesuai dengan kondisi lokal. Keputusan ini menekankan pentingnya kesehatan dan keselamatan peserta didik sebagai prioritas utama. Komunikasi terkait jadwal baru akan dilakukan secara langsung kepada orang tua dan wali murid untuk memastikan transparansi dan keterlibatan.

Sebelumnya, ujian akhir sekolah dijadwalkan berlangsung pada pekan depan, namun terpaksa ditunda karena kabut asap yang menyebar luas akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah tetangga. Beberapa hari terakhir, kualitas udara di sejumlah daerah Malaysia mencapai level sangat tidak sehat, memicu penutupan sementara sekolah-sekolah di wilayah terdampak.

Pada Jumat (16/10), sekolah di distrik Klang, Kuala Selangor, Kuala Langat, Hulu Langat, Gombak, Sepang, Petaling Perdana, dan Petaling Utama secara resmi diliburkan. Aturan penutupan diberlakukan ketika Indeks Polutan Udara (API) mencapai angka 200, sementara kegiatan di luar ruangan dihentikan jika API melebihi 100. Keputusan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan warga, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok rentan terhadap dampak polusi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya