Menbud Pantau Pemugaran Yasti dan Konservasi Mahastupa Borobudur
Menteri Kebudayaan meninjau langsung pemugaran yasti dan konservasi Mahastupa Candi Borobudur untuk memastikan penanganan berbasis ilmu dan keaslian material.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 09.16 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia melakukan kunjungan lapangan ke Candi Borobudur untuk memantau proses pemugaran struktur yasti serta konservasi Mahastupa. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kestabilan arsitektur dan keaslian material candi sebagai warisan budaya dunia. Peninjauan fokus pada penguatan struktur bagian puncak dan penanganan gejala pelapukan serta penggaraman yang mulai menunjukkan dampak pada batu candi.
Dalam kesempatan tersebut, Menbud menekankan bahwa pemugaran tidak hanya bertujuan memperbaiki kerusakan, tetapi juga memastikan bahwa intervensi dilakukan dengan pendekatan ilmiah dan berkelanjutan. Ia menyoroti perubahan iklim yang memengaruhi kondisi lingkungan sekitar candi, sehingga menuntut penanganan yang lebih akurat terhadap material andesit yang telah berusia lebih dari seribu tahun. “Batu andesit tetap rentan terhadap perubahan iklim dan paparan cuaca. Kita harus memastikan bahwa setiap langkah konservasi tidak merusak keaslian dan ketahanan struktural candi,” tegasnya.
Pemugaran yasti dilakukan karena adanya pergeseran susunan batu pada bagian puncak stupa induk, yang berpotensi mengganggu stabilitas keseluruhan. Sementara itu, konservasi Mahastupa ditujukan untuk menangani penggaraman yang muncul sebagai lapisan putih di permukaan batu, serta pelapukan dan rekahan yang mengancam integritas material. Semua tindakan dilakukan setelah serangkaian analisis teknis yang dilakukan Agustus 2026, yang mengidentifikasi kondisi rongga, keretakan, dan degradasi pada bagian harmika dan stupa induk.
Tim pelaksana terdiri dari para ahli multidisiplin, termasuk arkeolog, konservator, insinyur sipil, dan pakar metalurgi, yang bekerja secara bertahap melalui dokumentasi, pemeriksaan material, dan evaluasi kondisi sebelum intervensi dilakukan. Proses ini mengacu pada prinsip konservasi yang mengutamakan pemeliharaan asli dan meminimalkan penggunaan material pengganti. Pemugaran kali ini juga menjadi kesempatan untuk meninjau kembali metode sebelumnya, mengingat sejarah pemugaran besar sebelumnya pada 1907–1911 dan 1973–1983.
Menutup peninjauan, Menbud mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestarian candi dengan tidak menyentuh relief, tidak meletakkan benda atau zat kimia, serta mematuhi aturan kunjungan. Ia menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban bersama seluruh lapisan masyarakat. “Setiap tindakan kecil dari pengunjung bisa berdampak besar terhadap keberlangsungan Borobudur sebagai simbol budaya Indonesia,” ujarnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

