Menghadapi Rekan Kerja Egois: Strategi Profesional Tanpa Stres
Mengatasi rekan kerja yang cenderung menguasai percakapan, merendahkan, atau memanipulasi bisa dilakukan dengan strategi komunikasi tepat dan batasan jelas tanpa menyerang pribadi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.07 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 96x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dalam lingkungan kerja, menghadapi rekan yang selalu menuntut perhatian, meremehkan kontribusi orang lain, atau mengambil kredit atas hasil tim merupakan tantangan yang sering mengganggu produktivitas dan kesejahteraan mental. Meskipun perilaku semacam itu tidak selalu menunjukkan gangguan kepribadian narcissistic (NPD), sifat-sifat seperti kebutuhan akan pengakuan berlebihan dan minim empati dapat menciptakan iklim kerja yang tidak sehat. Yang penting dipahami, pengelolaan situasi tidak bergantung pada diagnosis, melainkan pada respons yang konstruktif dan terukur.
Pendekatan pertama yang efektif adalah menetapkan batasan jelas terkait waktu kerja, tanggung jawab, dan interaksi profesional. Misalnya, jika ada rekan yang menghubungi di luar jam kerja, respons yang tegas namun sopan bisa menegaskan batas tanpa menimbulkan konflik. Fokus pada perilaku spesifik, bukan pada karakter pribadi, juga membantu menjaga suasana tetap profesional. Ketika seorang rekan menginterupsi ide dalam rapat, ungkapan seperti “Saya merasa sulit menyampaikan gagasan jika disela, mohon waktu untuk menjelaskan” bisa menggugah kesadaran tanpa menyerang.
Dalam situasi provokatif, metode gray rock—memberikan respons singkat, netral, dan minim emosi—dapat menjadi alat efektif untuk mengurangi keterlibatan dalam konflik yang tidak produktif. Dengan tidak memberikan informasi pribadi atau reaksi emosional, individu dapat mempertahankan kendali tanpa terlibat dalam drama. Selain itu, menghindari perdebatan yang tidak menghasilkan solusi juga krusial. Jika suasananya mulai memanas, tenangkan nada bicara dan ajukan jeda untuk menyelesaikan masalah secara objektif.
Dokumentasi kejadian yang mengganggu—termasuk waktu, konteks, pernyataan, dan dampaknya—menjadi alat penting jika harus melibatkan atasan atau tim HR. Catatan yang sistematis dan berbasis fakta akan memperkuat argumen tanpa terkesan emosional. Terakhir, menjaga kesehatan mental harus menjadi prioritas. Jika tekanan berkelanjutan memengaruhi kinerja dan rasa percaya diri, mencari dukungan psikologis atau mempertimbangkan perubahan lingkungan kerja adalah langkah yang wajar, bukan kegagalan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

