Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mengunyah Permen Karet, Kebiasaan Pelatih yang Ternyata Punya Manfaat Psikologis

Kebiasaan mengunyah permen karet di bangku pelatih bukan sekadar ritual, tetapi terbukti mampu menurunkan stres dan meningkatkan kewaspadaan selama pertandingan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Mengunyah Permen Karet, Kebiasaan Pelatih yang Ternyata Punya Manfaat Psikologis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Di tengah tensi pertandingan sepak bola, sosok pelatih yang duduk di bangku cadangan sering kali terlihat mengunyah permen karet. Kebiasaan ini, yang sempat dianggap aneh, ternyata memiliki dasar ilmiah yang kuat. Bukan sekadar hobi, aktivitas mengunyah diketahui mampu menstabilkan emosi dan meningkatkan fokus saat situasi berada di puncak tekanan. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan dikenal secara global, termasuk di kalangan pelatih ternama seperti Sir Alex Ferguson, yang kerap terekam mengunyah saat laga berlangsung.

Studi dari berbagai sumber kesehatan menunjukkan bahwa mengunyah permen karet secara rutin dapat menurunkan kadar kortisol, hormon stres utama dalam tubuh. Aktivitas ini juga merangsang aliran darah ke otak dan meningkatkan kewaspadaan mental. Menurut Healthline, individu yang mengunyah sambil melakukan tugas kompleks menunjukkan peningkatan dalam memori jangka pendek, kemampuan kognitif, dan akurasi pengambilan keputusan—faktor krusial bagi pelatih saat menilai strategi lapangan.

Secara neurologis, mengunyah melibatkan koordinasi otot rahang, sensasi mulut, dan aktivitas saraf yang berulang. Hal ini berdampak pada perubahan fungsi otak, khususnya pada prefrontal cortex yang mengatur pengambilan keputusan, serta amigdala yang berperan dalam respons emosional. Penelitian dalam Japanese Dental Science Review menyebutkan bahwa stimulasi ini membantu menekan respons stres melalui jalur saraf yang terhubung langsung ke pusat pengendalian emosi.

Meski manfaatnya terbukti, penggunaan permen karet tetap harus dibatasi. Terlalu banyak konsumsi permen karet yang mengandung gula berisiko merusak kesehatan gigi dan menimbulkan masalah pencernaan jika dilakukan berlebihan. Oleh karena itu, kebiasaan ini lebih disarankan sebagai alat bantu konsentrasi jangka pendek, bukan kebiasaan harian yang tidak terkontrol.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya