Menteri ATR/BPN Buka Suara Usai Operasi Tangkap Tangan KPK
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid angkat bicara menyusul operasi tangkap tangan KPK, menegaskan keterlibatannya hanya sebatas koordinasi teknis dan menolak tuduhan suap.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 07.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibukaKendari, ıNarasikita - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid secara resmi memberikan keterangan terkait operasi tangkap tangan yang melibatkan pihaknya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia menegaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan yang diproses KPK hanya berupa koordinasi teknis terkait pengelolaan aset negara, bukan dalam konteks dugaan suap atau penyalahgunaan wewenang. Ia menekankan bahwa semua aktivitas yang dilakukannya selalu berdasarkan prosedur dan transparansi.
Dalam pernyataannya, Nusron menegaskan tidak ada keterlibatan dalam praktik korupsi dan menilai operasi yang dilakukan KPK sebagai bentuk pemahaman yang keliru terhadap tugas dan fungsi kementeriannya. Ia menyatakan siap mendukung proses hukum yang berjalan secara adil dan profesional, serta membuka akses penuh kepada lembaga penegak hukum untuk memverifikasi segala bentuk keterlibatannya.
KPK, dalam operasi tersebut, mengamankan sejumlah pihak termasuk pejabat dari lingkungan kementerian, namun hingga saat ini belum mengungkapkan secara rinci siapa saja yang ditangkap dan alat bukti yang ditemukan. Namun, sumber internal menyebut bahwa penyelidikan berfokus pada dugaan pengurangan nilai aset negara melalui proses perizinan tanah.
Nusron menegaskan bahwa kementeriannya telah menerapkan sistem digitalisasi dan audit internal yang ketat untuk mencegah potensi penyimpangan. Ia menilai, kejadian ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan dan transparansi di lingkup pemerintah pusat, bukan sebagai alat politik. Ia juga menyatakan siap menjalani pemeriksaan secara terbuka dan menolak spekulasi yang tidak didukung bukti.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kejagung Ungkap Keterlibatan Perusahaan Riza Chalid dalam Skandal Migas Bekasi
Kejaksaan Agung mengungkap indikasi keterlibatan perusahaan milik Riza Chalid dalam kasus korupsi tata kelola BUMD migas di Bekasi yang diduga menimbulkan kerugian negara Rp 2 triliun.
19 September 2026

12.940 WNI Minta Pulang dari Kamboja Akibat Jaringan Penipuan Daring
Sebanyak 12.940 WNI meminta bantuan kepulangan dari Kamboja hingga 15 September 2026, dengan 8.252 telah dipulangkan, sementara sekitar 700 masih menunggu proses di penampungan dan detensi.
19 September 2026

26 Tewas dalam Bentrokan Berdarah di Perbatasan Abyei
Pertempuran antarkomunitas di Abyei menewaskan 26 orang dan melukai 82 lainnya, memperburuk krisis keamanan di wilayah sengketa yang kaya minyak.
19 September 2026

Serial Monster 4 Usung Kasus Pembunuhan Lizzie Borden
Serial antologi kriminal *Monster* kembali dengan musim keempat yang menggambarkan kasus pembunuhan misterius pasangan Borden di Massachusetts pada 1892, berpusat pada tokoh perempuan pertama dalam sejarah seri ini.
19 September 2026
Berita Lainnya

Ivan Gunawan Turunkan 65 Kg Lewat Pola Makan Seimbang
Sabtu, 19 September 2026, 07.50 WITA

7 Makanan Super untuk Lindungi Fungsi Ginjal
Sabtu, 19 September 2026, 07.48 WITA

PT Nations Petroleum Menang Lelang Natuna D-Alpha
Sabtu, 19 September 2026, 07.38 WITA

Pemerintah Suriah Turunkan Harga Solar Usai Krisis Protes Massal
Sabtu, 19 September 2026, 07.38 WITA

APBN 2026 Tetap Terkendali di Tengah Gejolak Global
Sabtu, 19 September 2026, 07.36 WITA

Kemenkeu Siap Sesuaikan Tata Kelola APBN Pasca Putusan MK
Sabtu, 19 September 2026, 07.36 WITA

BPK Mulai Audit Laporan Keuangan Danantara Tahun 2025
Sabtu, 19 September 2026, 07.36 WITA

Menhub Perbarui Kepemimpinan di Ditjen Perhubungan Laut
Sabtu, 19 September 2026, 07.31 WITA


