Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Suriah Turunkan Harga Solar Usai Krisis Protes Massal

Pemerintah Suriah menetapkan tiga level harga solar untuk menanggulangi krisis akibat kenaikan harga bahan bakar yang memicu protes di berbagai wilayah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 07.38 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Pemerintah Suriah Turunkan Harga Solar Usai Krisis Protes Massal📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Setelah kenaikan harga bahan bakar menyulut gelombang protes besar-besaran di berbagai kota, pemerintah Suriah mengambil langkah cepat dengan menurunkan harga solar untuk sektor pemanas, pertanian, dan industri. Keputusan ini diambil menyusul aksi demonstrasi yang melibatkan massa dengan cara membakar ban dan menutup jalan, menuntut pembatalan kenaikan harga. Langkah tersebut menjadi respons langsung terhadap tekanan sosial yang meningkat sejak akhir pekan lalu.

Harga solar kini ditetapkan dalam tiga kategori berbeda, masing-masing 115, 150, dan 175 pound Suriah per liter, tergantung pada jenis bahan bakar dan sektor pengguna. Solar hasil produksi dalam negeri dijual dengan harga terendah, 115 pound per liter, khusus untuk kebutuhan pemanas dan pertanian. Sementara itu, solar yang berasal dari bantuan negara sahabat dihargai 150 pound per liter, diperuntukkan bagi sektor jasa dan industri berat. Harga standar tetap dipertahankan di angka 175 pound per liter.

Pemerintah menegaskan bahwa harga solar standar tetap dibeli di bawah biaya produksi, yang mencapai 206 pound per liter. Namun, besaran anggaran subsidi maupun masa berlakunya belum diungkap secara rinci. Kebijakan ini dikeluarkan setelah pertemuan mendadak antara Menteri Energi Mohammed al-Bashir dengan Presiden Ahmed al-Sharaa, yang bertujuan menstabilkan situasi pasca-kenaikan harga bahan bakar.

Sebagai upaya peningkatan pasokan, pemerintah juga merencanakan menghidupkan kembali sejumlah kilang minyak kecil yang dikenal sebagai "burners", dengan total kapasitas pengolahan mencapai 35.000 barel per hari. Pengelolaan kilang tersebut akan dikelola oleh Syrian Petroleum Company (SPC), yang kini tengah menyusun rencana operasional. Bahan bakar hasil olahan akan didistribusikan melalui stasiun pengisian yang telah ditentukan.

Kenaikan harga sebelumnya, yang mencapai 40% untuk solar dan sekitar 26%-28% untuk bensin, telah memperparah kondisi ekonomi yang sudah sangat terpuruk. Diperkirakan 90% penduduk Suriah hidup di bawah garis kemiskinan. Kenaikan harga energi terjadi seiring lonjakan harga minyak mentah Brent sekitar 44% sejak awal tahun, sebelum konflik regional memperuncing tekanan pasar global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya