APBN 2026 Tetap Terkendali di Tengah Gejolak Global
Pemerintah meyakini APBN 2026 tetap kuat meski risiko eksternal meningkat, dengan defisit diproyeksikan 2,85% dari PDB dan keseimbangan primer positif.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 07.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Keuangan menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap dalam jalur yang terkendali, meskipun tekanan dari dinamika global seperti fluktuasi harga komoditas, perubahan yield global, dan volatilitas nilai tukar mata uang terus meningkat. Dalam pertemuan APBN KiTA, perwakilan Kemenkeu menyatakan bahwa proyeksi defisit APBN tetap berada pada level 2,85% dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang dianggap masih dalam batas yang dapat dipertahankan.
Pendekatan yang diambil pemerintah berbasis pada ketahanan struktural APBN yang telah dirancang sejak awal tahun. Dengan adanya buffer keuangan yang kuat, pemerintah yakin dapat menyerap goncangan eksternal tanpa menimbulkan tekanan berkelanjutan terhadap fiskal. Hal ini didukung oleh kinerja fiskal hingga akhir Agustus 2026, di mana defisit tercatat sebesar 0,9% dari PDB, jauh di bawah proyeksi akhir tahun.
Realisasi pendapatan negara hingga Agustus mencapai Rp2.055,6 triliun, atau 65,2% dari target tahunan, sementara belanja mencapai Rp2.295,7 triliun. Selisih antara pendapatan dan belanja menciptakan defisit sebesar Rp240,1 triliun, namun tetap dalam koridor yang terkendali. Kondisi ini diperkuat oleh posisi keseimbangan primer positif sebesar Rp154 triliun, menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah tidak sepenuhnya bergantung pada pinjaman.
Pemerintah juga terus melakukan simulasi skenario ekstrem untuk menguji ketahanan APBN, termasuk kenaikan harga minyak dunia, depresiasi rupiah, dan kenaikan imbal hasil Surat Perbendaharaan Negara (SPN). Dalam berbagai skenario tersebut, APBN tetap dinyatakan mampu bertahan berkat strategi pengelolaan belanja yang terukur, optimalisasi pendapatan, serta penggunaan instrumen pembiayaan secara bijak dan prudent.
Pendekatan fiskal yang konsisten dan pruden menjadi kunci utama menjaga stabilitas APBN di tengah ketidakpastian global. Dengan proyeksi defisit akhir tahun sekitar 2,85% dari PDB — atau setara Rp734,3 triliun — pemerintah menilai perjalanan fiskal tahun ini masih berada pada jalur yang sesuai harapan, tanpa menunjukkan tanda-tanda kegagalan struktural.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kemenkeu Siap Sesuaikan Tata Kelola APBN Pasca Putusan MK
Kementerian Keuangan menyatakan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan kewajiban persetujuan DPR dalam perubahan APBN, dan siap menyesuaikan tata kelola ke depan.
19 September 2026

BPK Mulai Audit Laporan Keuangan Danantara Tahun 2025
BPK resmi memulai pemeriksaan laporan keuangan konsolidasi BPI Danantara tahun 2025 dengan penyerahan surat tugas dan pertemuan grand entry di Jakarta.
19 September 2026

BOJ Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun
Bank of Japan menaikkan suku bunga acuan menjadi 1,25 persen, mencatatkan kenaikan pertama dalam tiga bulan dan level tertinggi sejak 1995, sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang masih menguat.
19 September 2026

Gen Z Pilih QRIS karena Cepat dan Terintegrasi
Generasi Z di Indonesia semakin mengandalkan QRIS sebagai metode pembayaran utama karena praktis, kompatibel lintas platform, tersedia luas, dan mendukung pengelolaan keuangan pribadi secara otomatis.
19 September 2026
Berita Lainnya

Ivan Gunawan Turunkan 65 Kg Lewat Pola Makan Seimbang
Sabtu, 19 September 2026, 07.50 WITA

7 Makanan Super untuk Lindungi Fungsi Ginjal
Sabtu, 19 September 2026, 07.48 WITA

Kejagung Ungkap Keterlibatan Perusahaan Riza Chalid dalam Skandal Migas Bekasi
Sabtu, 19 September 2026, 07.38 WITA

PT Nations Petroleum Menang Lelang Natuna D-Alpha
Sabtu, 19 September 2026, 07.38 WITA

12.940 WNI Minta Pulang dari Kamboja Akibat Jaringan Penipuan Daring
Sabtu, 19 September 2026, 07.38 WITA

Pemerintah Suriah Turunkan Harga Solar Usai Krisis Protes Massal
Sabtu, 19 September 2026, 07.38 WITA

26 Tewas dalam Bentrokan Berdarah di Perbatasan Abyei
Sabtu, 19 September 2026, 07.34 WITA

Menhub Perbarui Kepemimpinan di Ditjen Perhubungan Laut
Sabtu, 19 September 2026, 07.31 WITA


