BOJ Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun
Bank of Japan menaikkan suku bunga acuan menjadi 1,25 persen, mencatatkan kenaikan pertama dalam tiga bulan dan level tertinggi sejak 1995, sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang masih menguat.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 07.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank of Japan (BOJ) resmi menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 1,25 persen, angka tertinggi dalam kurun waktu 31 tahun terakhir. Keputusan ini diambil dalam rapat kebijakan dengan hasil pemungutan suara 7-2, di mana dua anggota dewan, Toichiro Asada dan Ayano Sato, memilih menolak kenaikan. Langkah ini menjadi bagian dari proses berkelanjutan BOJ untuk meninggalkan era suku bunga ultra-rendah yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Kenaikan tersebut juga menunjukkan komitmen bank sentral untuk menyesuaikan kebijakan moneter dengan kondisi inflasi yang masih tinggi, terutama di sektor produksi dan distribusi.
Dalam pernyataan resminya, BOJ menyatakan bahwa inflasi grosir tetap berada di level tinggi, dengan tekanan harga dari aktivitas bisnis mulai menyebar ke sektor konsumsi. Inflasi inti yang mendasar telah mendekati target 2 persen, didorong oleh kenaikan upah yang diteruskan ke harga akhir produk. Meski ekonomi Jepang tetap bergerak sesuai proyeksi dasar, BOJ menekankan risiko bahwa inflasi mendasar bisa menyimpang dari target, sehingga perlu pengawasan ketat terhadap perkembangan ke depan. Kenaikan suku bunga ini menempatkan tingkat kebijakan di dalam kisaran netral nominal, yaitu 1,1–2,5 persen, yang dinilai seimbang bagi pertumbuhan ekonomi.
Pasar kini menantikan konferensi pers Gubernur BOJ Kazuo Ueda untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Meski suku bunga Jepang telah naik, tingkatnya tetap jauh lebih rendah dibandingkan dengan bank sentral utama lainnya, seperti ECB yang berada di 2,5 persen dan Federal Reserve AS di kisaran 3,75–4 persen. Selisih suku bunga yang besar ini diperkirakan akan tetap menekan nilai yen, memperkuat tekanan terhadap inflasi melalui kenaikan biaya impor, terutama energi dan komoditas.
Peningkatan suku bunga ini dilakukan setelah BOJ mengakhiri kebijakan stimulus massif pada 2024 dan telah melakukan kenaikan sebanyak beberapa kali, termasuk pada bulan Juni. Langkah ini diambil karena adanya indikasi bahwa inflasi konsumen inti stabil di sekitar target 2 persen pada Agustus, menunjukkan perusahaan terus meneruskan kenaikan biaya ke konsumen, terutama pada produk makanan dan kebutuhan pokok. Meskipun pasar sebelumnya sudah mengantisipasi kenaikan September, keputusan ini tetap menjadi penanda signifikan atas pergeseran kebijakan yang lebih ketat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

APBN 2026 Tetap Terkendali di Tengah Gejolak Global
Pemerintah meyakini APBN 2026 tetap kuat meski risiko eksternal meningkat, dengan defisit diproyeksikan 2,85% dari PDB dan keseimbangan primer positif.
19 September 2026

Kemenkeu Siap Sesuaikan Tata Kelola APBN Pasca Putusan MK
Kementerian Keuangan menyatakan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan kewajiban persetujuan DPR dalam perubahan APBN, dan siap menyesuaikan tata kelola ke depan.
19 September 2026

BPK Mulai Audit Laporan Keuangan Danantara Tahun 2025
BPK resmi memulai pemeriksaan laporan keuangan konsolidasi BPI Danantara tahun 2025 dengan penyerahan surat tugas dan pertemuan grand entry di Jakarta.
19 September 2026

Gen Z Pilih QRIS karena Cepat dan Terintegrasi
Generasi Z di Indonesia semakin mengandalkan QRIS sebagai metode pembayaran utama karena praktis, kompatibel lintas platform, tersedia luas, dan mendukung pengelolaan keuangan pribadi secara otomatis.
19 September 2026
Berita Lainnya

Ivan Gunawan Turunkan 65 Kg Lewat Pola Makan Seimbang
Sabtu, 19 September 2026, 07.50 WITA

7 Makanan Super untuk Lindungi Fungsi Ginjal
Sabtu, 19 September 2026, 07.48 WITA

Kejagung Ungkap Keterlibatan Perusahaan Riza Chalid dalam Skandal Migas Bekasi
Sabtu, 19 September 2026, 07.38 WITA

PT Nations Petroleum Menang Lelang Natuna D-Alpha
Sabtu, 19 September 2026, 07.38 WITA

12.940 WNI Minta Pulang dari Kamboja Akibat Jaringan Penipuan Daring
Sabtu, 19 September 2026, 07.38 WITA

Pemerintah Suriah Turunkan Harga Solar Usai Krisis Protes Massal
Sabtu, 19 September 2026, 07.38 WITA

26 Tewas dalam Bentrokan Berdarah di Perbatasan Abyei
Sabtu, 19 September 2026, 07.34 WITA

Menhub Perbarui Kepemimpinan di Ditjen Perhubungan Laut
Sabtu, 19 September 2026, 07.31 WITA


