26 Tewas dalam Bentrokan Berdarah di Perbatasan Abyei
Pertempuran antarkomunitas di Abyei menewaskan 26 orang dan melukai 82 lainnya, memperburuk krisis keamanan di wilayah sengketa yang kaya minyak.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 07.34 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebuah konflik kekerasan mematikan melanda wilayah Abyei, yang menjadi titik perbatasan antara Sudan Selatan dan Sudan, menewaskan 26 warga dan melukai 82 lainnya dalam rentang beberapa hari terakhir. Kekerasan tersebut meletus setelah insiden pembunuhan beruntun terhadap dua tokoh dari komunitas berbeda—seorang pria suku Ngok Dinka pada Senin dan seorang warga suku Misseriya pada Selasa—yang memicu eskalasi cepat antara kedua kelompok etnis yang telah lama berseteru.
Wilayah Abyei, yang masih menjadi sengketa sejak kemerdekaan Sudan Selatan pada 2011, kerap menjadi lokasi konflik akibat persaingan sumber daya alam, terutama lahan penggembalaan dan akses air. Suku Misseriya, yang berasal dari etnis Arab dan biasanya bermigrasi ke wilayah selatan selama musim kemarau, sering bersinggungan dengan suku Ngok Dinka, penduduk asli yang tinggal secara menetap di daerah tersebut. Ketegangan ini telah mengakibatkan serangkaian bentrokan sebelumnya, namun kali ini menimbulkan korban terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Pasukan Keamanan Sementara PBB untuk Abyei (UNISFA), yang bertugas menjaga stabilitas di wilayah strategis ini, langsung memperkuat posisi operasionalnya. Letnan Jenderal Ganesh Kumar Shreshta, pemimpin misi UNISFA, menyatakan bahwa pihaknya telah berdialog intensif dengan pemimpin komunitas dari kedua belah pihak. Ia menekankan pentingnya kembali pada proses dialog damai dan menegaskan komitmen untuk mencegah hilangnya nyawa lebih lanjut.
Dalam pernyataan resmi, Shreshta menegaskan bahwa pasukan UNISFA sedang mengambil langkah-langkah tegas untuk melindungi warga sipil dan mencegah balas dendam. Pasukan yang terdiri dari 3.000 personel militer dan polisi ini memiliki tugas utama melindungi penduduk serta menjaga stabilitas di wilayah yang dikelola bersama oleh dua negara. Krisis ini menjadi ancaman serius terhadap upaya perdamaian yang telah terjalin sejak perjanjian damai 2018 dan mengancam pelaksanaan pemilu pertama Sudan Selatan sejak merdeka, yang dijadwalkan digelar bulan Desember mendatang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kejagung Ungkap Keterlibatan Perusahaan Riza Chalid dalam Skandal Migas Bekasi
Kejaksaan Agung mengungkap indikasi keterlibatan perusahaan milik Riza Chalid dalam kasus korupsi tata kelola BUMD migas di Bekasi yang diduga menimbulkan kerugian negara Rp 2 triliun.
19 September 2026

12.940 WNI Minta Pulang dari Kamboja Akibat Jaringan Penipuan Daring
Sebanyak 12.940 WNI meminta bantuan kepulangan dari Kamboja hingga 15 September 2026, dengan 8.252 telah dipulangkan, sementara sekitar 700 masih menunggu proses di penampungan dan detensi.
19 September 2026

Serial Monster 4 Usung Kasus Pembunuhan Lizzie Borden
Serial antologi kriminal *Monster* kembali dengan musim keempat yang menggambarkan kasus pembunuhan misterius pasangan Borden di Massachusetts pada 1892, berpusat pada tokoh perempuan pertama dalam sejarah seri ini.
19 September 2026
Menteri ATR/BPN Buka Suara Usai Operasi Tangkap Tangan KPK
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid angkat bicara menyusul operasi tangkap tangan KPK, menegaskan keterlibatannya hanya sebatas koordinasi teknis dan menolak tuduhan suap.
19 September 2026
Berita Lainnya

Ivan Gunawan Turunkan 65 Kg Lewat Pola Makan Seimbang
Sabtu, 19 September 2026, 07.50 WITA

7 Makanan Super untuk Lindungi Fungsi Ginjal
Sabtu, 19 September 2026, 07.48 WITA

PT Nations Petroleum Menang Lelang Natuna D-Alpha
Sabtu, 19 September 2026, 07.38 WITA

Pemerintah Suriah Turunkan Harga Solar Usai Krisis Protes Massal
Sabtu, 19 September 2026, 07.38 WITA

APBN 2026 Tetap Terkendali di Tengah Gejolak Global
Sabtu, 19 September 2026, 07.36 WITA

Kemenkeu Siap Sesuaikan Tata Kelola APBN Pasca Putusan MK
Sabtu, 19 September 2026, 07.36 WITA

BPK Mulai Audit Laporan Keuangan Danantara Tahun 2025
Sabtu, 19 September 2026, 07.36 WITA

Menhub Perbarui Kepemimpinan di Ditjen Perhubungan Laut
Sabtu, 19 September 2026, 07.31 WITA


