Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Misi Gelap di Perbatasan AS-Meksiko

Film Sicario: Day of the Soldado tayang malam ini di Bioskop Trans TV dengan sinopsis yang menggambarkan konflik antara kekuasaan, kejahatan narkoba, dan kebijakan militer AS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.38 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 114x dibuka
Misi Gelap di Perbatasan AS-Meksiko📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Film aksi-thriller Sicario: Day of the Soldado yang tayang malam ini di Bioskop Trans TV, 16 Oktober 2026, melanjutkan narasi gelap tentang perang narkoba di perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko. Aksi pemboman bunuh diri di Kansas City yang menewaskan 15 warga sipil menjadi pemicu utama, dengan pemerintah AS menyalahkan penyelundupan teroris melalui jaringan kartel narkoba. Sebagai respons, agen CIA Matt Graver diperintahkan untuk menangani ancaman tersebut secara tegas, termasuk menggagalkan rencana penyelundupan di wilayah perbatasan.

Graver kemudian merekrut Alejandro Gillick, mantan polisi Meksiko yang memiliki dendam pribadi terhadap kartel. Keduanya merancang strategi memicu konflik antar kartel besar dengan menargetkan tokoh kunci, termasuk pengacara dari kartel Matamoros di Mexico City. Langkah itu sukses membuat gembong narkoba Carlos Reyes percaya bahwa anaknya, Isabel Reyes, telah ditangkap oleh musuhnya, memicu perang saudara antar kelompok kejahatan terorganisir.

Namun, rencana yang dirancang secara cermat berantakan saat tim Graver dan Gillick diserang oleh pasukan pengawal polisi Meksiko saat hendak menyerahkan Isabel ke pihak berwenang yang diduga terafiliasi dengan kartel pesaing. Kekacauan pecah dalam baku tembak yang mengancam keselamatan seluruh anggota tim. Dalam kekacauan itu, Isabel melarikan diri ke padang pasir, sementara Gillick memilih mengejarnya sendirian, meninggalkan rekan-rekannya yang kembali ke Amerika Serikat.

Kejutan datang dari Washington: pemerintah AS mengungkap bahwa pelaku bom bunuh diri adalah teroris lokal, bukan orang asing yang diselundupkan. Menteri Pertahanan kemudian memerintahkan pembatalan misi dan eksekusi terhadap Isabel serta Gillick, karena mereka menyaksikan militer AS menembak polisi Meksiko. Keputusan itu menimbulkan dilema moral bagi Graver, yang kini terjebak antara kewajiban terhadap negara dan konsekuensi moral dari tindakan yang telah dilakukan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya