MSCI Pertimbangkan Reklasifikasi Saham Indonesia, Pemerintah Minta Klarifikasi
Pengumuman MSCI soal potensi reklasifikasi pasar saham Indonesia menuai keheranan, meski sebelumnya telah bertemu pejabat pemerintah di Bangkok tanpa ada pembahasan sejenis.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 20x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pengumuman terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mempertimbangkan reklasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori emerging market ke status standalone market memicu respons cepat dari sejumlah pejabat pemerintah. Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Wibowo menyatakan keheranan atas keputusan tersebut, mengingat sejumlah perbaikan tata kelola pasar modal telah dilakukan, termasuk penegakan hukum yang lebih ketat di sektor keuangan. Ia menekankan bahwa langkah-langkah itu sudah menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kepercayaan pasar, baik domestik maupun internasional.
Dradjad menyoroti bahwa peristiwa penegakan hukum yang dilakukan Presiden, termasuk penyitaan aset dari pelaku pelanggaran di pasar modal, merupakan bukti konkret komitmen pemerintah terhadap reformasi. Ia menegaskan bahwa isu yang disebut MSCI sebagai kekurangan dalam tata kelola pasar saham telah jauh diperbaiki. “Kami di dalam negeri sudah melaksanakan langkah-langkah itu. Jadi seolah-olah masih ada kekurangan, padahal sudah dilakukan,” ujarnya, menekankan bahwa upaya pemerintah dalam memberantas praktik korupsi dan ketidakpatuhan di pasar modal telah menjadi bagian dari kebijakan strategis.
Meski sebelumnya perwakilan MSCI telah bertemu dengan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bangkok, tidak ada pembahasan mengenai reklasifikasi dalam forum tersebut. Dradjad menyatakan bahwa dirinya belum mendapatkan informasi detail dari pertemuan itu, karena tidak hadir langsung. Ia menyerahkan klarifikasi lebih lanjut kepada para pejabat yang sempat berdiskusi langsung dengan MSCI, termasuk pejabat BI dan Kemenkeu. “Saya enggak tahu pastinya, karena saya tidak bertemu mereka di Thailand,” katanya.
Pemerintah, lanjut Dradjad, akan segera menggelar rapat koordinasi antara Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan lembaga terkait untuk menyusun respons strategis. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasar dan tidak terpancing emosional. “Jangan panik, jangan gampang panik. Kita harus punya resiliensi,” tegasnya. BEI juga menyatakan keterkejutannya atas pengumuman MSCI, menegaskan bahwa isu reklasifikasi tidak pernah dibahas dalam pertemuan dengan pemangku kepentingan di Bangkok yang digelar oleh Danantara Indonesia.
Pertemuan tersebut melibatkan sejumlah lembaga global, termasuk penyedia indeks dan lembaga pemeringkat, serta perwakilan investor internasional. Menurut Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi, diskusi berfokus pada kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi BUMN. MSCI hanya mengajukan pertanyaan terkait efektivitas kebijakan dan penegakan aturan, tanpa memberikan indikasi adanya kemungkinan reklasifikasi. “Tidak ada signal bahwa pasar Indonesia akan masuk ke kategori standalone,” kata Iding dalam konferensi pers.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Diskon Hingga Jutaan Rupiah untuk Mesin Cuci dan Kulkas di Transmart
Transmart menggelar promo satu hari dengan potongan harga hingga 50 persen untuk mesin cuci dan kulkas, termasuk diskon tambahan 20 persen bagi pembeli menggunakan Allo Bank atau kartu kredit Bank Mega.
25 Oktober 2026

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Topan Champi yang berkekuatan hingga 173 km/jam memicu pembatalan hampir 1.000 penerbangan di Taiwan dan Jepang, sementara otoritas bersiap menghadapi dampak banjir, longsor, dan pemadaman listrik.
25 Oktober 2026

Singapura Pertahankan Komitmen Kontrak Meski Ekspor Gas Dipangkas
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menegaskan pentingnya memenuhi kewajiban kontrak pasokan gas, meski Indonesia memangkas ekspor, sambil memperkuat diversifikasi energi dan mengevaluasi opsi nuklir.
25 Oktober 2026

Aksi Protes Massal Guncang Eropa dalam Sepekan
Ribuan warga di sejumlah kota Eropa turun ke jalan memprotes isu sosial, ekonomi, dan politik, menyebabkan bentrokan dengan aparat di berbagai wilayah.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.43 WITA

Moto3 Australia 2026 Batal, Veda Ega Kecewa, Danish Dapat Keuntungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Klasemen MotoGP 2026 Stabil Usai Australia Batal Digelar
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Demonstrasi Massal Prancis Tertahan, Ratusan Ribu Jatuhkan Kritik pada Kebijakan Pemerintah
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.31 WITA

Demonstrasi Anti-Sistem di Barcelona Ricuh, 100 Orang Ditangkap
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA
Obama Sindir Trump Soal Renovasi Gedung Putih Saat Kampanye
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.29 WITA

Program Pengawal Energi 2026 Diluncurkan untuk Perkuat Pengawasan BBM
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.29 WITA

