Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Musikus Mundur dari Tur Ed Sheeran Dukung Macklemore

Sejumlah musisi hentikan keterlibatan dalam tur Ed Sheeran sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore yang didepak gegara tindakan dukung Palestina.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 15.21 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Musikus Mundur dari Tur Ed Sheeran Dukung Macklemore📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Beberapa seniman yang awalnya menjadi penampil pendukung dalam rangkaian tur Ed Sheeran di Amerika Serikat memutuskan mengundurkan diri secara bersamaan. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap pengusiran Macklemore dari acara tersebut, yang disebabkan oleh pernyataan dukungan terhadap Palestina dalam penampilannya. Di antara mereka adalah Finneas, band Lukas Graham dari Denmark, Aaron Rowe, serta grup Beoga asal Irlandia, yang semua menegaskan sikap moral dalam menyuarakan keadilan.

Finneas menyampaikan keputusan mundurnya melalui media sosial, menegaskan bahwa seniman harus berani bersuara saat melihat kezaliman. Ia menegaskan dukungannya terhadap rakyat Palestina dan menolak tindakan pembungkaman terhadap suara yang membela kaum tertindas. Sementara itu, Rowe mengungkapkan bahwa keputusan ini bukan tanpa beban, mengingat hubungan pribadi dan pengaruh Ed Sheeran dalam kehidupannya. Namun, ia menegaskan bahwa prinsip moral lebih tinggi daripada keuntungan finansial atau keterlibatan dalam acara besar.

Lukas Graham menyoroti pentingnya suara dalam menanggapi konflik global, khususnya yang menimpa warga sipil dan anak-anak. Mereka menegaskan bahwa kekayaan atau status tidak memberi hak untuk menghentikan diskusi tentang kekerasan dan genosida. Beoga juga menyatakan keberatan terhadap upaya pembungkaman terhadap Macklemore, menilai bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk represi terhadap kebebasan berekspresi.

Ed Sheeran sendiri mengungkapkan bahwa keputusan menyingkirkan Macklemore berasal dari pihak promotor dan pengelola stadion, bukan dari dirinya. Ia menyebut telah berupaya keras mencari solusi bersama, termasuk melibatkan tokoh seperti Robert Kraft. Namun, pihak pengelola menilai ucapan Macklemore melampaui batas, terutama karena dianggap memicu ujaran kebencian terhadap komunitas Yahudi. Kraft, pemilik Gillette Stadium, menegaskan bahwa acara di stadionnya harus ramah bagi semua pengunjung dan tidak boleh menjadi sarana penyebaran retorika yang menyinggung.

Pernyataan Kraft juga menyebut bahwa dukungan terhadap Palestina tidak boleh mengorbankan kepedulian terhadap korban dari sisi lain, termasuk warga Israel yang menjadi korban tindakan Hamas. Ia menekankan bahwa Hamas telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh banyak negara, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa. Meski begitu, Kraft menegaskan bahwa keputusan ini tidak bermaksud menutup ruang pembelaan bagi warga Palestina yang tak berdosa, tetapi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam menyampaikan keadilan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya