Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Netflix PHK 1.000 Karyawan, Tertinggi Sejak 2022

Netflix memutuskan hubungan kerja terhadap sekitar 1.000 karyawan, atau 6 persen dari total tenaga kerja, sebagai bagian dari restrukturisasi besar di tengah tekanan persaingan dan tantangan pertumbuhan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
Netflix PHK 1.000 Karyawan, Tertinggi Sejak 2022📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan layanan streaming global, Netflix, telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 1.000 karyawan, mencatatkan pemangkasan tenaga kerja terbesar sejak 2022. Keputusan ini menargetkan departemen utama seperti produk, teknologi, hukum, dan sumber daya manusia. Pemutusan hubungan kerja dilakukan setelah surat internal dari dua CEO perusahaan, Greg Peters dan Ted Sarandos, dikirimkan kepada karyawan pada Rabu (14/10), menandai langkah strategis dalam penyesuaian operasional di tengah dinamika industri hiburan yang semakin ketat.

Dalam surat tersebut, kedua pemimpin perusahaan menegaskan bahwa misi utama Netflix—menghibur dunia—memerlukan pendekatan yang lebih disiplin dalam alokasi sumber daya manusia dan keuangan. Mereka menekankan bahwa meskipun bisnis tetap kuat dan tumbuh, perlu dilakukan penyesuaian prioritas untuk menjaga efisiensi dan kelangsungan jangka panjang. Pemangkasan ini dilakukan di tengah tren penurunan kinerja saham sekitar 25 persen sepanjang tahun ini, meski sempat pulih 0,7 persen dalam satu hari terakhir.

Pada akhir tahun lalu, Netflix memiliki sekitar 16 ribu karyawan. Sebelumnya, gelombang PHK besar terjadi pada 2022, ketika perusahaan memangkas sekitar 450 posisi dalam dua tahap, menyusul kehilangan pelanggan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 10 tahun. Kini, tantangan baru muncul dari munculnya pesaing seperti YouTube dan TikTok yang menarik perhatian pengguna melalui konten gratis yang dibuat oleh pengguna. Model ini memberi keunggulan biaya signifikan dibandingkan layanan berlangganan berbasis premium seperti Netflix.

Upaya Netflix untuk memperluas cakupan bisnis melalui akuisisi aset streaming dan studio milik Warner Bros Discovery pada awal tahun ini gagal, memperkuat kekhawatiran atas arah strategi perusahaan. Saat ini, Netflix tengah menguji pendekatan baru dengan memperkenalkan paket iklan, siaran langsung, serta pengembangan konten permainan. Namun, menurut analis eMarketer Ross Benes, perusahaan belum berhasil menemukan sumber pendapatan baru yang mampu menggantikan dominasi model berlangganan, yang kini mulai menunjukkan tanda-tanda batas pertumbuhan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya