Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

OTT di BNPB Ungkap Rp3,3 Miliar, Emas, dan Aset Kripto

KPK mengamankan uang tunai Rp3,3 miliar, ratusan gram emas, serta aset kripto senilai satu digit dalam M dalam operasi tangkap tangan di lingkungan BNPB.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 23.20 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
OTT di BNPB Ungkap Rp3,3 Miliar, Emas, dan Aset Kripto📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (13/10). Dalam keterangan resmi, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebutkan bahwa total uang tunai yang disita mencapai sekitar Rp3,3 miliar, berasal dari beberapa pihak terkait. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan estimasi sebelumnya yang sempat beredar.

Selain uang tunai, penyidik juga menyita ratusan gram emas yang diduga berasal dari hasil korupsi. Di samping itu, KPK menemukan aset kripto yang nilainya diperkirakan mencapai satu digit dalam satuan jutaan, meskipun jumlah pastinya masih dalam proses verifikasi. Setyo menekankan bahwa kepemilikan aset digital tersebut belum sepenuhnya dipastikan, mengingat kompleksitas dan sifat teknis dari kripto yang memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Kasus ini melibatkan dua klaster dugaan tindak pidana korupsi. Pertama, terkait benturan kepentingan dalam proses pengadaan bantuan kemanusiaan, dan kedua, dugaan suap terkait penyaluran anggaran dana siap pakai. KPK menduga terjadi kolusi antara oknum BNPB dengan perusahaan swasta, termasuk dalam hal pengkondisian penyaluran dana dan pemanfaatannya yang kemudian disalahgunakan untuk keuntungan pribadi.

Hingga kini, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Gabriel Purwaka Sigit, Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK); Letjen Suharyanto, Tenaga Ahli Kepala BNPB; Bima Setiawan dan Richard Erlangga; serta dua pihak swasta, Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika. Bima Setiawan diketahui merupakan adik dari Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, yang kini tengah menjadi fokus pemeriksaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya