Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pekanbaru Ungguli Daerah Lain dengan Tumbuh 7,39 Persen

Kota Pekanbaru mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi nasional di triwulan kedua 2026, mencapai 7,39 persen, melampaui rata-rata nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 17.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pekanbaru Ungguli Daerah Lain dengan Tumbuh 7,39 Persen📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Pekanbaru berhasil menjadi kota dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada triwulan II tahun 2026, dengan angka mencapai 7,39 persen secara tahunan. Data resmi dari Badan Pusat Statistik yang dipaparkan dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah dan rilis pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota menempatkan Pekanbaru di posisi pertama, unggul atas Batam (7,28 persen), Surabaya (7,20 persen), Makassar (7,04 persen), dan Palopo (6,97 persen). Angka ini jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama, yang berada di level 5,29 persen.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyatakan pencapaian ini menjadi bukti kerja kolektif antara pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa angka pertumbuhan bukan tujuan akhir, melainkan indikator bahwa ekonomi kota sedang bergerak positif. “Kami tidak ingin hanya mengejar posisi nomor satu. Yang utama adalah pertumbuhan itu dirasakan langsung oleh masyarakat, tercipta lapangan kerja baru, dan UMKM bisa berkembang,” ujarnya.

Realisasi investasi di Pekanbaru sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai Rp 7,35 triliun, atau setara 156,02 persen dari target tahunan. Pada triwulan kedua saja, capaian investasi mencapai sekitar Rp 4,79 triliun. Angka ini menunjukkan tingginya minat investor terhadap kota yang dipimpinnya. Agung menegaskan bahwa kepercayaan ini harus dijaga dengan memperbaiki pelayanan publik, memperkuat infrastruktur, serta menciptakan lingkungan yang aman, bersih, dan kondusif bagi kegiatan ekonomi.

Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus diimbangi dengan kesejahteraan masyarakat. “Angka 7,39 persen bukan garis finis, melainkan awal dari tanggung jawab baru. Ekonomi yang tumbuh harus membawa manfaat nyata bagi rakyat,” kata Agung. Ia berharap capaian ini akan memperkuat posisi Pekanbaru sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatra, sekaligus menjadi tujuan utama bagi investor dan pelaku usaha.

Agung mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam mewujudkan kinerja ekonomi yang positif. Menurutnya, keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama, bukan hanya kinerja pemerintah. “Mari kita jaga momentum ini agar Pekanbaru semakin maju, ekonominya kokoh, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya