Pembangunan Infrastruktur Perbatasan Kaltara Dikaji Ulang untuk Efisiensi
BNPP RI dan Kementerian PU melakukan evaluasi progres dan rencana strategis pembangunan jalan serta jembatan di Kalimantan Utara melalui skema MYC dan IJD.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 17.56 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 40x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Tim teknis dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) bersama Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum melakukan kajian mendalam terhadap realisasi proyek infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. Fokus utama pembahasan mencakup kemajuan pekerjaan yang sedang berlangsung serta strategi penyelesaian ruas jalan yang belum tuntas. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan koordinasi antarinstansi berjalan sinergis dan mempercepat penyelesaian proyek strategis di kawasan terdepan negara.
Dalam rangkaian pembahasan, sejumlah paket pekerjaan disoroti berdasarkan skema pelaksanaan dan capaian penyerapan anggaran. Ruas Malinau-Long Semamu I dengan panjang 7 kilometer dan dua jembatan, dilaksanakan melalui skema Multi-Year Contract (MYC) 2025–2027 dengan nilai kontrak Rp193,39 miliar, telah menyerap anggaran sebesar 15,56 persen. Sementara itu, Malinau-Long Semamu II yang sama panjangnya, dengan nilai kontrak Rp230,49 miliar, mencatat penyerapan 23,25 persen. Pada paket Jempolon II CS, pembangunan lima jembatan melalui MYC 2026–2027, telah menyerap 21,78 persen dari anggaran sebesar Rp82,37 miliar.
Paket Krayan dan sekitarnya (Krayan CS), yang melibatkan pembangunan dua jembatan dengan anggaran Rp55,22 miliar melalui MYC 2026–2027, saat ini baru menyerap 2,11 persen. Di sisi lain, pekerjaan preservasi jalan Lembudud-Long Layu sepanjang 4,60 kilometer dengan konstruksi aspal telah selesai melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) skema MYC 2025–2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemeliharaan jalan yang sudah beroperasi untuk menjaga kualitas dan keamanan transportasi.
Sejumlah usulan baru juga dibahas, termasuk rencana pelaksanaan jalur lingkar Krayan-Malinau melalui IJD tahap II periode 2026–2027. Usulan ini mencakup sekitar 70 kilometer ruas jalan yang belum tertangani, dengan rencana menentukan mekanisme pembangunan yang sesuai, seperti melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) atau skema Instruksi Presiden (Inpres). Evaluasi kelayakan teknis, analisis dampak lingkungan (Amdal), serta perizinan penggunaan kawasan hutan menjadi prioritas sebelum pelaksanaan. Rencana awal pelaksanaan di akhir 2026 juga dikaji, termasuk keterlibatan TNI dalam aktivitas pembersihan jalur hutan dan pembangunan jembatan zeni secara swakelola, yang masih menunggu penyesuaian administrasi dan teknis.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Dalam Negeri selaku Kepala BNPP RI, yang menekankan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan untuk mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat. Dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Asisten Deputi Infrastruktur Fisik BNPP RI, upaya sinergi lintas sektor terus diperkuat demi menciptakan kawasan perbatasan yang lebih terintegrasi dan berdaya saing.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Saudi Percepat Proyek Pipa Minyak untuk Atasi Ketergantungan Hormuz
Arab Saudi mempercepat ekspansi pipa minyak mentah East-West hingga kapasitas 10 juta barel per hari demi mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz yang terganggu akibat konflik regional.
26 Oktober 2026

Topan Champi Rusak Infrastruktur Taiwan, Ratusan Terluka dan Ribuan Dievakuasi
Topan Champi melanda Taipei pada malam Jumat (23/10/2026), menyebabkan satu korban tewas, lebih dari 500 luka, ribuan warga dievakuasi, dan listrik padam untuk lebih dari 77 ribu rumah.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tiba di Dandong, China, melalui jembatan baru di Sungai Yalu, menandai pertemuan diplomatik penting menjelang peringatan perang Korea.
25 Oktober 2026

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Jasa Marga kembali lakukan pemeliharaan rutin jalan tol secara terjadwal untuk jaga keandalan infrastruktur dan minimalkan gangguan perjalanan pengguna.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Tito Karnavian Masuk Lima Menteri dengan Kinerja Terbaik Menurut Survei
Senin, 26 Oktober 2026, 12.27 WITA

18 Orang Diamankan dalam Gerebek Narkoba di Kampung Madani
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Pramono Ajak Warga Dukung JRF 2026, Jakarta Semakin Diperhitungkan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Penindakan Wajib Direkam
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Mekanik Tangerang Kaget Dapat Tagihan Pajak McLaren Rp137 Juta
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

Pria di Madiun Tewaskan Istri Siri dan Anaknya dengan Cara Sadis
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

PDIP dan Gerindra Soroti Dampak Putusan MK Soal Ijazah Wapres Gibran
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

Indonesia Kecam Serangan Teror di Gereja Yordania
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

