Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saudi Percepat Proyek Pipa Minyak untuk Atasi Ketergantungan Hormuz

Arab Saudi mempercepat ekspansi pipa minyak mentah East-West hingga kapasitas 10 juta barel per hari demi mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz yang terganggu akibat konflik regional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Saudi Percepat Proyek Pipa Minyak untuk Atasi Ketergantungan Hormuz📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Arab Saudi kini memperkuat strategi energinya dengan mengeksplorasi perluasan kapasitas pipa minyak mentah East-West, yang bertujuan menaikkan aliran hingga 10 juta barel per hari dari sebelumnya 7 juta barel per hari. Proyek besar ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz sebagai jalur utama ekspor minyak, terutama setelah jalur tersebut lumpuh total akibat ketegangan geopolitik yang memicu invasi militer AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Peningkatan kapasitas infrastruktur ini dikonfirmasi langsung oleh CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, dalam wawancara terbaru. Ia menyatakan bahwa ekspansi ini direncanakan selesai dalam waktu dua hingga tiga tahun, dengan investasi mencapai miliaran dolar. Tujuan utamanya adalah menciptakan alternatif logistik yang lebih aman dan stabil dalam menghadapi ancaman keamanan maritim di wilayah kritis tersebut.

Namun, ekspektasi terhadap dampak signifikan terhadap harga minyak global dinilai realistis oleh para ahli. Gilbert Metcalf, mantan pejabat keuangan AS dan profesor di MIT Sloan, menekankan bahwa kenaikan kapasitas sebesar 3 juta barel per hari hanya akan menambah sekitar 2% pasokan global. Ia menyoroti tiga kendala utama: kerentanan pipa terhadap serangan drone dan rudal, keterbatasan kapasitas kilang untuk memproses tambahan minyak mentah, serta ancaman blokade di Laut Merah melalui Selat Bab el-Mandeb yang menghambat akses keluar dari pelabuhan Yanbu.

Dengan begitu, meski ambisi Saudi Aramco untuk membangun jalur alternatif terlihat ambisius, dampaknya terhadap keseimbangan pasar minyak dunia dinilai terbatas. Fokus utama tetap berada pada peningkatan ketahanan logistik dan keamanan energi jangka panjang, bukan langsung menekan harga minyak global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya