Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pembiayaan Mobil Listrik Bekas Melonjak 103% di Tengah Tren Konsumen

Pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid bekas naik signifikan 103,06% pada Juli 2026, menunjukkan pergeseran preferensi konsumen ke mobil ramah lingkungan dengan skema cicilan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 22.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pembiayaan Mobil Listrik Bekas Melonjak 103% di Tengah Tren Konsumen📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peningkatan drastis dalam pembiayaan mobil listrik dan hybrid bekas tercatat mencapai 103,06% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan nilai mencapai Rp1,52 triliun pada Juli 2026. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan berbasis listrik semakin berkembang, meski secara keseluruhan penyaluran pembiayaan roda empat oleh perusahaan pembiayaan mengalami kontraksi 2,43% menjadi Rp230,92 triliun.

Sementara itu, pembiayaan kendaraan bekas konvensional justru menurun 4,52% menjadi Rp86,25 triliun, menunjukkan pergeseran arah preferensi pasar. Pertumbuhan signifikan pada segmen kendaraan listrik dan hybrid bekas didorong oleh berbagai faktor, termasuk penawaran model baru dengan harga yang lebih kompetitif serta inovasi dalam skema pembiayaan yang lebih fleksibel.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK menegaskan bahwa kenaikan tersebut bukan refleksi dari pembelian tunai, melainkan hasil dari penyesuaian produk dan kebijakan pembiayaan yang lebih responsif terhadap kebutuhan konsumen. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam skema pembiayaan serta penguatan manajemen risiko dan tata kelola perusahaan.

Capaian pasar juga tercermin dari data distribusi wholesales yang mencapai 81.756 unit pada Agustus 2026, naik tipis dari Juli sebesar 0,8%. Meski kenaikan bulanan kecil, angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang tahun. Lebih menonjol lagi, penjualan ritel mencapai 83.422 unit, melonjak 7,7% dari Juli, dan menjadi pertama kalinya dalam 2026 melewati ambang 80 ribu unit dalam sebulan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya