Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerataan BBM Jadi Fokus Utama Atasi Antrean di Bali

Menteri HAM menekankan pentingnya distribusi merata BBM untuk menyelesaikan antrean panjang di seluruh Bali, meski kondisi mulai membaik setelah kebijakan ganjil genap diterapkan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 102x dibuka
Pemerataan BBM Jadi Fokus Utama Atasi Antrean di Bali📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Menteri HAM Natalius Pigai menyoroti kebutuhan mendesak untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) secara merata di seluruh wilayah Bali, menyusul kondisi antrean panjang yang sempat terjadi di sejumlah SPBU. Ia menegaskan bahwa meski ada perbaikan signifikan di beberapa titik, ketersediaan beberapa jenis BBM—khususnya Pertamax—masih belum merata, menimbulkan ketidakseimbangan dalam akses masyarakat. Pemantauan langsung dilakukan oleh jajaran Kementerian HAM Wilayah Kerja Bali mulai Jumat (16/10) di Denpasar dan Badung, dengan fokus pada titik-titik padat kendaraan.

Pada Sabtu (17/10), hari pertama penerapan kebijakan ganjil genap untuk pembelian pertalite, antrean di sejumlah SPBU di Denpasar terlihat lebih terkendali dibanding hari sebelumnya. Di salah satu lokasi di Jalan Sunset Road, Kuta Badung, layanan mulai kembali normal. Namun, meski antrean menurun, masyarakat tetap menghadapi keterbatasan pilihan jenis BBM, terutama Pertamax yang belum tersedia di sejumlah lokasi. Pembelian pertalite tetap dibatasi: tiga liter untuk sepeda motor dan 20 liter untuk mobil.

Pigai menekankan bahwa penanganan distribusi BBM harus berbasis pada kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar logistik semata. Ia menilai kelancaran pasokan dan distribusi merupakan kunci utama untuk menghindari gangguan terhadap aktivitas ekonomi, pekerjaan, dan mobilitas harian warga. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap hadir dalam menangani persoalan ini, dengan upaya terus dilakukan agar ketersediaan BBM kembali normal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi secara adil.

Hingga hari kedua penerapan ganjil genap, Minggu (18/10), antrean masih terpantau di beberapa titik strategis seperti By Pass Dharma Giri Gianyar, Samplangan, Karangasem, Singaraja, dan Tabanan. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun kebijakan telah berdampak positif di wilayah tertentu, pemantauan dan penyesuaian distribusi harus tetap berkelanjutan agar tidak terjadi ketimpangan kembali.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya