Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Perkuat Perlindungan Pangan Saat Musim Kemarau

Pemerintah siapkan bantuan beras tiga bulan dan subsidi kedelai untuk jaga stabilitas harga pangan di tengah ancaman kemarau.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 09.22 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 115x dibuka
Pemerintah Perkuat Perlindungan Pangan Saat Musim Kemarau📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah menyiapkan aksi nyata untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan menjelang musim kemarau, dengan meluncurkan tambahan bantuan pangan berupa beras selama tiga bulan mulai Juli hingga September 2026. Program ini ditujukan untuk melindungi masyarakat rentan dari tekanan harga yang bisa meningkat akibat kondisi iklim kering. Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh rakyat, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga komoditas pokok.

Sebanyak 33,24 juta penerima manfaat akan menerima bantuan 10 kilogram beras tiap bulan, dengan total kebutuhan beras mencapai sekitar 1 juta ton dari cadangan pemerintah. Alokasi ini diharapkan menjadi penopang sosial yang efektif, menekan dampak inflasi pangan terhadap daya beli rumah tangga. Selain itu, pemerintah memutuskan memberikan subsidi Rp2.000 per kilogram untuk 250.000 ton kedelai impor guna menopang rantai produksi UMKM, khususnya tempe dan tahu, yang rentan terdampak kenaikan harga bahan baku.

Dalam rapat koordinasi pangan, pemerintah juga menekankan pentingnya distribusi minyak goreng berlabel Minyakita yang diperuntukkan khusus bagi pasar tradisional dan pasar rakyat. Penggunaan Minyakita dalam program bantuan sosial akan dihentikan untuk memastikan pasokan tetap stabil dan harga tidak melonjak, terutama di daerah yang sebelumnya mengalami kesulitan distribusi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keterjangkauan pangan di tingkat konsumen akhir.

Stok pangan nasional saat ini dinilai cukup, dengan harga sejumlah komoditas strategis seperti ayam ras dan telur berada di bawah batas acuan. Kenaikan harga cabai rawit yang terjadi disebut akibat faktor musiman, bukan kondisi krisis. Presiden menegaskan bahwa kebutuhan pangan rakyat harus menjadi prioritas utama, dengan instruksi kepada seluruh jajaran pemerintah agar menjaga harga tetap terkendali tanpa mengorbankan ketersediaan pasokan.

Dengan pendekatan terpadu melalui peningkatan stok, bantuan langsung, dukungan usaha, dan pengawasan distribusi, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pangan. Tujuannya adalah memastikan bahwa rakyat tidak terbebani oleh fluktuasi harga, terlepas dari tantangan global maupun kondisi iklim yang tidak menentu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya