Pemimpin Albania Sebut Aksi Demo Didorong Asing
Perdana Menteri Albania menolak tuduhan korupsi dan menyatakan demonstrasi ricuh dipicu campur tangan asing, sementara aksi protes meluas ke berbagai kota dan menargetkan institusi negara.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ribuan warga muda di ibu kota Tirana kembali turun ke jalan pada hari keempat berturut-turut, menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama. Aksi yang dimulai sebagai protes terhadap kebijakan pemerintah dan kondisi pendidikan yang memburuk kini berubah menjadi gelombang perlawanan terhadap institusi negara. Demonstran memecahkan kaca bangunan, membakar tempat sampah, dan melemparkan batu ke arah aparat keamanan, sementara polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa.
Rama menegaskan dalam pernyataan video bahwa aksi tersebut bukan gerakan mahasiswa murni, melainkan bentuk intervensi dari pihak asing yang tidak menginginkan stabilitas di Albania. Ia menolak kaitan antara unjuk rasa dengan aspirasi rakyat yang sah, menekankan bahwa demonstrasi telah dipicu oleh narasi yang dipolitisasi. Pernyataannya menyoroti kekhawatiran terhadap ancaman luar yang ingin mengganggu kestabilan politik negara.
Aksi protes tidak lagi terbatas di ibu kota. Di kota-kota seperti Elbasan, Shkodra, dan Korca, demonstran melakukan tindakan vandalisme terhadap gedung pemerintah dan perbankan. Pada Selasa, massa menyerbu Kementerian Pendidikan dengan melemparkan batu bata dan beton, sementara kantor-kantor pemerintahan, termasuk kantor perdana menteri dan keuangan, dilahap api. Kepolisian melaporkan 160 orang telah ditahan dalam operasi penegakan hukum pada Kamis malam.
Rama tetap menolak tuntutan pengunduran diri, meski mengakui pentingnya mendengarkan kekhawatiran publik. Ia menegaskan bahwa mundurnya dirinya akan menjadi pengkhianatan terhadap mandat rakyat yang diberikan untuk menuntaskan proses keanggotaan Uni Eropa. Pemerintahannya menargetkan Albania dapat bergabung dengan blok Eropa pada 2028, namun keberhasilan ini terancam oleh skandal korupsi dan meningkatnya ketegangan sosial.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

