Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemimpin Albania Sebut Aksi Demo Didorong Asing

Perdana Menteri Albania menolak tuduhan korupsi dan menyatakan demonstrasi ricuh dipicu campur tangan asing, sementara aksi protes meluas ke berbagai kota dan menargetkan institusi negara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
Pemimpin Albania Sebut Aksi Demo Didorong Asing📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ribuan warga muda di ibu kota Tirana kembali turun ke jalan pada hari keempat berturut-turut, menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama. Aksi yang dimulai sebagai protes terhadap kebijakan pemerintah dan kondisi pendidikan yang memburuk kini berubah menjadi gelombang perlawanan terhadap institusi negara. Demonstran memecahkan kaca bangunan, membakar tempat sampah, dan melemparkan batu ke arah aparat keamanan, sementara polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa.

Rama menegaskan dalam pernyataan video bahwa aksi tersebut bukan gerakan mahasiswa murni, melainkan bentuk intervensi dari pihak asing yang tidak menginginkan stabilitas di Albania. Ia menolak kaitan antara unjuk rasa dengan aspirasi rakyat yang sah, menekankan bahwa demonstrasi telah dipicu oleh narasi yang dipolitisasi. Pernyataannya menyoroti kekhawatiran terhadap ancaman luar yang ingin mengganggu kestabilan politik negara.

Aksi protes tidak lagi terbatas di ibu kota. Di kota-kota seperti Elbasan, Shkodra, dan Korca, demonstran melakukan tindakan vandalisme terhadap gedung pemerintah dan perbankan. Pada Selasa, massa menyerbu Kementerian Pendidikan dengan melemparkan batu bata dan beton, sementara kantor-kantor pemerintahan, termasuk kantor perdana menteri dan keuangan, dilahap api. Kepolisian melaporkan 160 orang telah ditahan dalam operasi penegakan hukum pada Kamis malam.

Rama tetap menolak tuntutan pengunduran diri, meski mengakui pentingnya mendengarkan kekhawatiran publik. Ia menegaskan bahwa mundurnya dirinya akan menjadi pengkhianatan terhadap mandat rakyat yang diberikan untuk menuntaskan proses keanggotaan Uni Eropa. Pemerintahannya menargetkan Albania dapat bergabung dengan blok Eropa pada 2028, namun keberhasilan ini terancam oleh skandal korupsi dan meningkatnya ketegangan sosial.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya