Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemkot Jakbar Percepat Pengerukan PHB Cengkareng untuk Kurangi Banjir 2027

Pemerintah Kota Jakarta Barat mempercepat pengerukan sedimen di saluran penghubung Perumnas Cengkareng dengan target selesai hingga Desember 2026, demi mengurangi genangan hingga tahun 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 23.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Pemkot Jakbar Percepat Pengerukan PHB Cengkareng untuk Kurangi Banjir 2027📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kota Jakarta Barat tengah mempercepat proses pengerukan sedimen pada saluran penghubung (PHB) di kawasan Perumnas Cengkareng Timur guna menanggulangi risiko banjir. Pengerukan yang dilakukan secara berkelanjutan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas saluran dan mengurangi titik genangan di wilayah tersebut. Wali Kota Iin Mutmainnah menegaskan bahwa upaya ini dirancang untuk menciptakan penanganan sistemik terhadap potensi banjir yang sering terjadi selama musim hujan.

Pengerukan dimulai sejak pekan kedua September 2026 dan akan berlangsung hingga akhir tahun 2026, mencakup sejumlah titik strategis di sepanjang saluran. Hasil pengangkutan sedimen dari lokasi pengerukan akan dibawa ke TPU Tegal Alur, Walungan, Kalideres, sebagai tempat penampungan sementara. Dengan volume sedimen yang diperkirakan mencapai 245.000 meter kubik, langkah ini diharapkan mampu menekan genangan secara signifikan pada tahun 2027.

Saluran yang dikerjakan memiliki panjang sekitar 2,2 kilometer dengan lebar rata-rata delapan meter dan kedalaman pengerukan hingga 1,5 meter. Pengerukan dilakukan di 13 titik utama, termasuk dua lokasi baru, yakni Kali Grogol di Jalan Latumenten dan Kali Grogol di Kemanggisan. Prosesnya dilakukan secara bergiliran untuk memastikan tidak mengganggu aliran air secara total dan tetap menjaga fungsi sistem drainase.

Kepala Sudin Sumber Daya Air Jakarta Barat, Mustajab, menjelaskan bahwa saluran PHB ini melayani kawasan Perumnas, Yayasan Buddha Tzu Chi, hingga area di sekitar Jalan Tol JORR. Seluruh aliran air dari area tangkapan air (catchment area) tersebut mengalir menuju pompa pengendali banjir di Perumnas yang memiliki kapasitas enam meter kubik per detik. Dengan peningkatan kapasitas saluran, harapannya sistem drainase dapat menangani volume air hujan secara lebih efektif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya