Pendampingan Karantina Dorong Ekspor Perikanan Papua Barat Daya
BKHIT Papua Barat Daya mendampingi UMKM memenuhi standar ekspor, tingkatkan volume ekspor kerapu hidup ke Hong Kong hingga triwulan III 2026 mencapai 15.121 ekor.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 12.05 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Papua Barat Daya terus memperkuat pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memenuhi persyaratan ekspor yang ditetapkan negara tujuan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjamin kelancaran arus barang hasil perikanan ke pasar internasional, sekaligus mengurangi risiko penolakan akibat ketidaksesuaian administratif atau standar kesehatan hewan.
Kepala BKHIT Papua Barat Daya, I Wayan Kertanegara, menegaskan bahwa prosedur yang diikuti harus dapat dilacak dan diverifikasi bila diperlukan. Semua data, mulai dari jenis produk, jumlah, hingga destinasi ekspor, dicatat secara sistematis agar dapat digunakan untuk penelusuran dan evaluasi pasca-pengiriman. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan negara tujuan, tetapi juga memperkuat transparansi dalam rantai pasok perikanan.
Peningkatan signifikan terjadi pada ekspor kerapu hidup ke Hong Kong. Hingga triwulan ketiga tahun 2026, pengiriman telah dilakukan lima kali dengan volume total mencapai 15.121 ekor, jauh melampaui pencapaian tahun 2024 yang hanya satu kali pengiriman sebanyak 4.478 ekor senilai Rp1,28 miliar. Selain kerapu, komoditas perikanan lain seperti udang, tenggiri, kakap, dan kerang dara juga diekspor dalam bentuk segar maupun beku ke sejumlah negara, termasuk Jepang, Arab Saudi, Singapura, Taiwan, Tiongkok, Thailand, Malaysia, dan Amerika Serikat.
Pelayanan karantina dilaksanakan di lima titik strategis di wilayah Sorong, meliputi Bandara Domine Eduard Osok, Pelabuhan Laut Sorong, Pelabuhan Rakyat Kota Sorong, Kantor Pos, dan Pelabuhan Arar. Dengan dukungan infrastruktur dan sistem digitalisasi, proses pemeriksaan dan pengawasan dapat berjalan efisien dan akurat. Kertanegara menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan agar ekspor dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Terpuruk Sepekan, Pasar Modal kehilangan Rp361 Triliun
Indeks Harga Saham Gabungan turun 3,09% dalam seminggu, menyebabkan penurunan kapitalisasi pasar sebesar Rp361 triliun di BEI.
26 September 2026

Beli iPhone 1TB di Luar Negeri? Siapkan Rp8 Juta di Bandara
Warga yang membawa iPhone 1TB dari luar negeri harus siap membayar pajak hingga Rp8,1 juta di pintu kedatangan, sesuai simulasi Bea Cukai.
26 September 2026

Emas Antam Naik Rp23.000 per Gram, Buyback Tetap Berlaku Pajak
Harga emas Antam mengalami kenaikan sebesar Rp23.000 per gram menjadi Rp2.613.000, dengan harga beli kembali mencapai Rp2.438.000 per gram.
26 September 2026

Aset Kripto Jadi Pilar Ekonomi Digital Nasional
Perkembangan aset kripto di Indonesia mencatatkan adopsi tinggi dengan 22,93 juta akun dan transaksi mencapai Rp171,12 triliun hingga Juli 2026.
26 September 2026
Berita Lainnya

Pelabuhan Murhum Wujudkan Layanan Penumpang Terbaik di Sulawesi Tenggara
Sabtu, 26 September 2026, 13.23 WITA

Tempat Nongkrong di Bau-Bau yang Paling Asik Ada di Sini Sedhana
Sabtu, 26 September 2026, 12.24 WITA

Presiden Iran Bawa Foto Khamenei di Sidang PBB
Sabtu, 26 September 2026, 12.24 WITA

Presiden Iran Tegaskan Ketahanan Hadapi Tekanan AS di PBB
Sabtu, 26 September 2026, 12.22 WITA

Abbas Serukan Tindakan Global Hadapi Ancaman Kebangsaan Palestina
Sabtu, 26 September 2026, 12.17 WITA

Israel Coba Ajak Iran Pakai Starlink, Ditolak Mentah-Mentah
Sabtu, 26 September 2026, 12.16 WITA

50 Pati Polri Naik Pangkat, Roycke Harry Langie Jadi Komjen
Sabtu, 26 September 2026, 12.14 WITA

Apple Luncurkan HP Lipat, Samsung Catat Lonjakan Penjualan
Sabtu, 26 September 2026, 12.13 WITA

