Aset Kripto Jadi Pilar Ekonomi Digital Nasional
Perkembangan aset kripto di Indonesia mencatatkan adopsi tinggi dengan 22,93 juta akun dan transaksi mencapai Rp171,12 triliun hingga Juli 2026.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 12.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Ekosistem aset kripto di Indonesia kini menunjukkan posisi strategis dalam transformasi ekonomi digital, didorong oleh pertumbuhan pengguna dan nilai transaksi yang signifikan. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun konsumen aset kripto telah mencapai 22,93 juta pada Juli 2026, dengan volume perdagangan mencapai sekitar Rp171,12 triliun dalam periode Januari-Juli tahun yang sama. Angka ini menggambarkan adopsi yang semakin luas, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap teknologi blockchain sebagai fondasi keuangan masa depan.
Perkembangan ini didukung oleh karakteristik aset kripto yang bersifat global dan tidak terbatas wilayah, memungkinkan akses ke berbagai platform perdagangan dari lokasi manapun. Namun, di tengah potensi besar tersebut, muncul tantangan untuk memastikan ekosistem lokal tumbuh secara sehat, kompetitif, dan berkelanjutan. Diperlukan pendekatan kolaboratif antara regulator, pelaku industri, bursa, dan asosiasi untuk menciptakan lingkungan yang adil dan aman bagi semua pihak.
Pentingnya literasi keuangan digital menjadi fondasi utama, termasuk pemahaman terhadap platform yang telah memiliki izin resmi dan risiko yang melekat pada penggunaan layanan ilegal. Selain itu, pentingnya peran bursa sebagai mediator antara industri dan regulator menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan konsumen dan kemajuan inovasi. Kolaborasi terus diperlukan agar regulasi tidak menghambat pertumbuhan, tetapi justru menjadi landasan bagi pertumbuhan yang berkelanjutan.
OJK kini memperluas ruang inovasi melalui mekanisme regulatory sandbox, di mana berbagai model bisnis digital telah menjalani uji coba, termasuk tokenisasi emas, surat berharga negara, properti, stablecoin, kustodian aset digital, serta dana aset kripto. Langkah ini menandakan pergeseran dari sekadar perdagangan ke arah pemanfaatan teknologi blockchain untuk merepresentasikan aset nyata, yang berpotensi meningkatkan efisiensi, transparansi, dan likuiditas pasar.
Pengembangan ekosistem digital juga harus didukung oleh empat pilar utama: tata kelola dan regulasi yang jelas, keamanan siber, pengembangan talenta digital, serta sinergi antar lembaga. Dengan pendekatan yang komprehensif, inovasi berbasis blockchain dapat menjadi mesin penggerak sistem keuangan nasional yang lebih inklusif dan efisien, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi ekonomi riil dan masyarakat secara luas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

IHSG Terpuruk Sepekan, Pasar Modal kehilangan Rp361 Triliun
Indeks Harga Saham Gabungan turun 3,09% dalam seminggu, menyebabkan penurunan kapitalisasi pasar sebesar Rp361 triliun di BEI.
26 September 2026

Beli iPhone 1TB di Luar Negeri? Siapkan Rp8 Juta di Bandara
Warga yang membawa iPhone 1TB dari luar negeri harus siap membayar pajak hingga Rp8,1 juta di pintu kedatangan, sesuai simulasi Bea Cukai.
26 September 2026

Emas Antam Naik Rp23.000 per Gram, Buyback Tetap Berlaku Pajak
Harga emas Antam mengalami kenaikan sebesar Rp23.000 per gram menjadi Rp2.613.000, dengan harga beli kembali mencapai Rp2.438.000 per gram.
26 September 2026

Pendampingan Karantina Dorong Ekspor Perikanan Papua Barat Daya
BKHIT Papua Barat Daya mendampingi UMKM memenuhi standar ekspor, tingkatkan volume ekspor kerapu hidup ke Hong Kong hingga triwulan III 2026 mencapai 15.121 ekor.
26 September 2026
Berita Lainnya

Pelabuhan Murhum Wujudkan Layanan Penumpang Terbaik di Sulawesi Tenggara
Sabtu, 26 September 2026, 13.23 WITA

Tempat Nongkrong di Bau-Bau yang Paling Asik Ada di Sini Sedhana
Sabtu, 26 September 2026, 12.24 WITA

Presiden Iran Bawa Foto Khamenei di Sidang PBB
Sabtu, 26 September 2026, 12.24 WITA

Presiden Iran Tegaskan Ketahanan Hadapi Tekanan AS di PBB
Sabtu, 26 September 2026, 12.22 WITA

Abbas Serukan Tindakan Global Hadapi Ancaman Kebangsaan Palestina
Sabtu, 26 September 2026, 12.17 WITA

Israel Coba Ajak Iran Pakai Starlink, Ditolak Mentah-Mentah
Sabtu, 26 September 2026, 12.16 WITA

50 Pati Polri Naik Pangkat, Roycke Harry Langie Jadi Komjen
Sabtu, 26 September 2026, 12.14 WITA

Apple Luncurkan HP Lipat, Samsung Catat Lonjakan Penjualan
Sabtu, 26 September 2026, 12.13 WITA

