Pendidikan di Papua Tengah hingga Barat Daya Terus Diliburkan Imbas Asap Karhutla
Sejumlah wilayah di Papua, termasuk Asmat, Mappi, Mimika, dan Sorong, perpanjang pembelajaran jarak jauh akibat kabut asap akibat karhutla yang memburuk dan berdampak pada kesehatan pelajar.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 17.58 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 50x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua Selatan terus memburuk, memaksa pemerintah daerah memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa di tiga kabupaten, yakni Boven Digoel, Mappi, dan Asmat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan menyatakan kebijakan tersebut diambil sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan peserta didik yang rentan terpapar partikulat halus akibat udara yang kian tidak layak dihirup.
Di wilayah Papua Tengah, khususnya Kabupaten Mimika, pemerintah setempat menerapkan kebijakan wajib masker bagi pelajar yang mengikuti pembelajaran tatap muka, sementara PAUD dan SD diliburkan dengan sistem PJJ. Kebijakan ini berdasarkan Surat Edaran Bupati Mimika Nomor 85 Tahun 2026, yang berlaku untuk semua sekolah, baik negeri maupun swasta, dan diberlakukan hingga situasi membaik. Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Antonius Welerubun, menegaskan bahwa kondisi udara yang memburuk telah menyebabkan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak.
Dampak asap juga merusak aktivitas transportasi udara di Timika, di mana sejumlah penerbangan dialihkan ke Jayapura karena ketebalan kabut yang mengganggu visibilitas. Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengaku telah melaporkan kondisi ini ke Jakarta dan meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera turun tangan menangani sumber kebakaran di Merauke, yang menjadi penyebab utama asap yang menyebar ke wilayah tetangga.
Di Papua Barat Daya, Pemerintah Kota Sorong memperpanjang kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) secara daring bagi seluruh satuan pendidikan, berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 100.3.4.3/1317/2026. Keputusan ini didasarkan pada hasil pemantauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Sorong yang menunjukkan konsentrasi PM2,5 berada pada kategori tidak sehat, serta rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Papua Barat.
Berdasarkan data SiPongi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tercatat 19 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kabupaten Merauke per 13 Oktober 2026, menjadi indikasi kuat terjadinya karhutla yang belum mereda. Dengan kondisi ini, pemerintah daerah menekankan perlunya penanganan darurat dari pemerintah pusat guna memadamkan sumber api dan mengurangi risiko kesehatan bagi masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

